alexametrics

Pemerintah Tambah 100 Kapal Tol Laut

4 Februari 2019, 19:48:13 WIB

JawaPos.com- Pemerintah menambah 100 kapal angkutan tol laut, tahun ini. Ratusan kapal tersebut bakal berlayar mengangkut bahan pokok ke semua pelabuhan di Indonesia.

Bahan pokok tersebut meliputi pangan, ternak, dan material bangunan. Pemerintah akan memprioritaskan pelabuhan di kota-kota terisolir, tertinggal, terpencil, dan perbatasan (T3P).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kapal bakal dikelola fifty fifty. 50 kapal akan dikelola BUMN, 50 lagi untuk swasta. Model bisnisnya, kapal-kapal itu akan langsung menyalurkan produknya kepada end user. Artinya, para pedagang dan pemilik toko akan menerima barang, lalu dijual langsung kepada konsumen. Sehingga, konsumen dapat memperoleh barang fresh dengan harga terjangkau.

“Tahun ini, kami menambah 100 kapal. Kami juga akan memakai sistem dashboard. Jadi, rangkaian (penyaluran produk) dari produsen ke konsumen akan terpotong (tidak melalui perantara),” terang Budi di Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (4/2).

Untuk dashboard, Kemenhub meminta bantuan para ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Sehingga, para konsumen juga dapat membeli langsung dari produsen saat produknya tiba di pelabuhan.

“Sehingga user di sana bisa langsung beli. Yang beli toko kecil. Bukan pedagang besar. Harganya murah dan fresh,” tambah Budi.

Tak hanya memudahkan para konsumen, produsen juga ikut untung. Budi mengklaim, sistem dashboard pada kapal angkutan tol laut itu juga akan mengurangi biaya pengiriman.

Selain itu, Kemenhub juga akan memberdayakan kapal perintis yang ada untuk difungsikan sebagai kapal angkutan tol. Pertimbangannya, kapal perintis menjangkau lebih banyak pelabuhan di daerah T3P.

“Karena kapal perintis ini menuju titik yang paling banyak. Meski kapasitasnya tidak banyak, bisa berlayar 2 hingga 3 kali dari 19 lintasan yang ada,” paparnya.

Ke depan, kapal yang ada bakal diberdayakan untuk mengangkut produk hasil ternak. Namun, karena tol laut tersebut belum menjadi jalur pelayaran utama, pihaknya akan mengombinasikan pengangkutan produk ternak dengan kapal tol laut yang sudah ada.

Untuk pengiriman produk ternak melalui tol laut, akan memprioritaskan wilayah yang sama. Antara lain, Indonesia Timur meliputi NTT, NTB, Papua Barat, Maluku, dan Sulawesi Utara.

Di tempat yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah pusat akan menggandeng pemerintah daerah dan pelaku usaha. Tujuannya, untuk meningkat permintaan dari produk yang telah dikirim produsen.

Selain itu, potensi komoditas dagang dari daerah T3P bakal dimaksimalkan agar bisa dikirim ke kota-kota besar. Sejauh ini, pemerintah memang masih memberikan subsidi bagi produsen, lantaran kurangnya permintaan dari daerah T3P itu.

“Tapi subsidi itu tidak bisa berkepanjangan. Sambil kami mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah (T3P), sehingga muatan baliknya itu ada. Tapi, ibarat telur dan ayam, mana yang duluan,” kata Enggar.

Menurutnya, pemerataan harga bahan pokok tidak akan terjadi jika infrastruktur berupa kapal dan jalur tol laut itu ada sebelum permintaan. Oleh sebab itu, pihaknya akan menggandeng seluruh pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk mendongkrak demand. Salah satunya terkait kemudahan bongkar muat.

“Saya sudah janjian sama pak Menteri Perhubungan akan turun ke daerah. Kami kumpulkan dunia usaha dan pemerintahnya,” katanya.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Aryo Mahendro

Pemerintah Tambah 100 Kapal Tol Laut