alexametrics

Nelayan di Batam Keluhkan Sampah

4 Februari 2019, 11:31:19 WIB

JawaPos.com – Banyaknya sampah di perairan Indonesia memang menjadi salah satu masalah yang sampai sekarang belum terselesaikan. Selain mengancam ekosistem laut, banyaknya sampah terutama plastik juga menganggu aktivitas nelayan.

Seperti halnya dirasakan nelayan di Kelurahan Rempang Cate, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Alat tangkap ikan jenis kelong yang dipasang kerap dipenuhi dengan sampah.

Kelong sendiri adalah jenis alat tangkap yang memang banyak digunakan nelayan di Kepri. Bentuknya berupa jaring dengan ukuran sedang sebagai perangkap ikan. Jaring dipasang menggunakan kayu sebagai tulang untuk menegakkan. Kelong dibentuk dengan pintu yang menjorok ke dalam. Sehingga biota laut yang masuk ke dalamnya tidak bisa keluar. Para nelayan menyebutnya ‘bunuh’.

Setiap kali kelong dipasang, selalu ada sampah yang masuk. Kondisi ini cukup sulit diatasi. Sebab jumlah sampah di perairan terutama dekat hutan bakau cukup banyak.

“Kalau banyak sampah, kami buang saja. Besok kalau kami datang, sudah banyak lagi sampah. Begitu terus,” kata Jupri, 17, salah satu nelayan di Kelurahan Rempag Cate ketika ditemui di kampungnya, Senin (4/2).

Sampah yang masuk ke kelong memang tidak terjadi setiap musim. Namun di musim tertentu, sampah cukup banyak dan menyulitkan nelayan. Hasil tangkapan ikan pun berkurang. Untuk musim Utara seperti saat ini, jumlah sampah memang tidak dominan. Tapi tetap saja mengganggu nelayan. “Kalau sampah banyak, ikannya juga banyak tidak apa-apa. Yang ada sampahnya saja yang banyak,” keluh Jupri.

Ketua Komunitas Kawan Laut Batam Toni, 21, mengatakan, banyaknya sampah di kawasan pesisir sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan. Upaya untuk menyadarkan masyarakat agar menjaga wilayah laut terbebas dari sampah terus dilakukan sejak beberpa tahun belakangan. Namun hal tersebut belum memberikan dampak signifikan bagi kebersihan laut di daerah pesisir Batam.

Meski demikian, anggota Komunitas Kawan Laut Batam tetap berupaya melaukan kegiatan yang mendorong masyarakat agar tidak membuang sampah ke laut. “Kami usahakan masyarakat mengurangi dulu. Kami beri arahan bahwa laut ini nantinya diwariskan untuk anak cucu mereka. Kami juga kadang ajak masyarakat bergotong-royong membersihkan sampah di sekitar laut di permukiman,” papar Toni.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Bobi Bani

Nelayan di Batam Keluhkan Sampah