alexametrics

Minim Saksi Jadikan Pengungkapan Kasus Pembakaran Kendaraan Tersendat

4 Februari 2019, 20:25:38 WIB

JawaPos.com – Jajaran Kepolisian Kota Semarang masih berupaya mengungkap pelaku atau dalang di balik teror pembakaran kendaraan yang mendera sejumlah lokasi di Jawa Tengah. Sejumlah kendala dihadapi para aparat sehingga membuat pengungkapan kasus tak berjalan mulus.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan paling tidak ada dua kendala yang cukup menghambat pengungkapan kasus ini. Pertama adalah minimnya bantuan dari kamera pengawas.

“CCTV yang ditemukan di dua TKP (tempat kejadian perkara) di (TKP) Banyumanik dan Menoreh (Kecamatan Gajahmungkur) itu resolusinya sangat rendah,” kata Kapolres yang akrab disapa Abi ini seusai acara ‘Antisipasi dan Deteksi Dini Serta Penanganan Gangguan Kamtibumtranmas Melalui Pengamanan Swakarsa Masyarakat Bersama Pemerintah, TNI, dan, Polri‘ di Gedung Serbaguna Komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang, Senin (4/2).

Minim Saksi Jadikan Pengungkapan Kasus Pembakaran Kendaraan Tersendat
Hingga saat ini, sudah ada 15 kejadian pembakaran kendaraan bermotor di Kota Semarang. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Kamera pengawas CCTV yang merekam kejadian di Banyumanik dan Gajahmungkur memang sempat menangkap gambar seorang terduga pelaku pembakaran. Namun, kata Abi, video itu tak mampu menampilkan dengan jelas sosok pelaku.

“Resolusinya sangat-sangat rendah. Kita tarik zoom (perbesar), gambarnya pecah. Memang kurang bagus kualitasnya,” jelas Abi.

Ada pula kendala lain yang dihadapi jajaran kepolisian. Yakni terlampau sedikitnya keterangan para saksi. Lantaran, rata-rata kejadian memang berlangsung ketika kebanyakan orang terlelap dan nihil kegiatan siskamling di sana. “Sangat minim sekali saksi yang ada yang bisa memberikan keterangan kepada kami,” sambungnya.

Lalu, dalam paparan sebelumnya, Abi juga berujar bahwa kejadian ini sebenarnya kali pertama terjadi pertengahan Desember 2018 silam. Namun banyak dari korbannya yang memilih tak melaporkannya.

“Banyak yang tidak dilaporkan ke Polsek, sehingga tidak dilaporkan ke Polres. Ini yang saya sayangkan,” ucap Abi.

Hingga saat ini, sudah ada 15 kejadian pembakaran kendaraan bermotor di Kota Semarang. Sebenarnya masih ada dua lagi TKP, namun masih perlu ditelusuri apakah ada hubungannya dengan kasus ini.

Salah satunya adalah kejadian di Jalan Rejosari Tengah II, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, Kota Semarang, Minggu (3/2). Di tempat kejadian perkara, ditemukan mobil jenis pikap nopol DA 9130 ZE dengan sebuah kantong plastik berisikan bahan bakar tersangkut di bagian wiper-nya. Belum sempat ada pembakaran di sini.

“Percobaan ya ini, belum bisa dikatakan betul atau tidak. Melihat dari olah TKP, ada semacam upaya percobaan pembakaran. Kalau boleh dikatakan ada sedikit perubahan tapi belum bisa menyimpulkan ada kaitannya dengan peristiwa-peristiwa lain,” terangnya

Karena kalau dilihat waktu kejadian tadi malam, yakni pukul sekitar 22.30 WIB memang berbeda dari peristiwa sebelum-sebelumnya. Yakni antara jam 02.00 sampai 05.00 WIB.

“Untuk target pengungkapan, saya kepinginnya dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Alumnus Akademi Kepolisian Angkatan tahun 1992 tersebut.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Minim Saksi Jadikan Pengungkapan Kasus Pembakaran Kendaraan Tersendat