alexametrics

Lagi, Bawaslu Panggil ASN Pemkot Malang yang Diduga Lakukan Kampanye

4 Februari 2019, 16:52:37 WIB

JawaPos.com- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang kembali memanggil seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Senin (4/2). ASN bernama Endang Sri Sundari itu diduga melanggar UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara terkait netralitas.

Endang yang merupakan pengelola Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang diketahui berfoto bersama Dewan Pembina Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. Foto tersebut diduga mengarah kepada ketidaknetralan dan memuat dukungan kepada salah satu pasangan calon Presiden (capres) dan calon wakil Presiden (cawapres).

Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Malang Hamdan Akbar Safara mengatakan, panggilan itu dilayangkan sejak Jumat lalu (1/2). “Kami memanggil yang bersangkutan karena berdasarkan pantauan di media sosial (medsos) ditemukan adanya idikasi pelanggaran,” ujar Hamdan.

Dia menerangkan, pelanggaran tersebut terkait dengan salah satu foto Endang bersama Titiek Soeharto. Titik merupakan anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Calon Presiden RI nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Di dalam foto yang diambil di dalam Pasar Oro-oro Dowo itu, Endang yang mengenakan pakaian bermotif bunga-bunga itu terlihat menunjukkan gesture tangan yang sama dengan Titiek. Gesture itu diduga merupakan simbol dukungan terhadap Prabowo-Sandi.

“Pada saat itu, ada kegiatan tatap muka dengan Tim Paslon 02 di Pasar Oro-Oro Dowo yang dihadiri Bu Titiek (Soeharto), tanggal 20 Januari 2019. Ketika acara berlangsung, kami mengawasi tetapi belum menemukan dugaan apa-apa,” jelasnya.

Namun, setelah kegiatan tersebut, pihaknya mengawasi aktivitas di media sosial (medsos). “Pada 22 Januari, ada foto yang beredar di Facebook dan kami menduga ada unsur kampanyenya,” imbuhnya.

Namun, akun Facebook yang memuat foto tersebut bukan milik Endang. Oleh karena itu, pihaknya memanggil Endang untuk dimintai keterangan. “Ada beberapa poin (yang ditanyakan) misalnya pose yang diduga mengampanyekan itu dari inisiasi sendiri, sudah niatan, atau sebagai wujud dukungan untuk salah satu paslon,” terangnya.

Bawaslu Kota Malang belum mengambil keputusan final terkait sidang klarifikasi yang dilakukan selama kurang lebih satu setengah jam itu. “Hasil dari sidang klarifikasi ini masih akan kami kaji. Bawaslu memiliki waktu 14 hari, terhitung sejak 22 Januari untuk membuat keputusan. Apakah nanti kasus ini akan dilayangkan ke Komisi ASN (KASN) atau tidak,” ujar Komisioner Bawaslu Kota Malang Iwan Sunaryo.

Di sidang klarifikasi itu Endang mengaku bila saat bertemu dengan Titiek Soeharto, dia terbawa suasana. “Yang bersangkutan mengaku saat itu terbawa suasana. Ditambah lagi, foto itu diunggah tidak di medsos pribadinya. Menurut kami unsur kampanyenya masih belum kuat. Akan kami plenokan,” tambah Iwan.

Endang sendiri memilih untuk irit bicara ketika ditanya oleh awak media. “Sudah, ditanyakan saja ke Bawaslu. Saya sudah memberikan seluruh keterangan yang dibutuhkan,” ujarnya sambil berlalu.

Kasus Endang pun menambah deretan ASN yang diduga melakukan kampanye. Sebelumnya, Bawaslu Kota Malang telah menetapkan Bambang Setiono bersalah karena terbukti melakukan kampanye untuk salah satu calon Presiden (capres). Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pun menjatuhkan sanksi sedang kepada Bambang.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Fiska Tanjung

Lagi, Bawaslu Panggil ASN Pemkot Malang yang Diduga Lakukan Kampanye