Khofifah Bakal Bangun Sandbox Ala Drama Korea Start-Up di Jatim

4 Januari 2021, 22:43:32 WIB

JawaPos.Com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku terinspirasi dengan film drama Korea, Start Up. Drama 16 episode tersebut bisa memotivasi dan menginspirasi anak-anak muda untuk mengejar kesuksesan pada era digital ekonomi.

Start-Up adalah drama Korea yang menceritakan lika-liku kehidupan anak muda dalam merintis bisnis. Drama itu dibintangi Nam Joo Hyuk, Suzy, dan Kim Seon Ho. Plot cerita berpusat pada bagaimana mereka membangun perusahaan start-up dan berkompetisi.

Ketika menonton drama itu, Khofifah menangkap ada banyak hal yang bisa diterapkan. Inspirasi yang didapatkan adalah kegigihan dalam berjuang, kerja keras, dan kejujuran.

”Selain itu juga mengajarkan kerja sama, berani ambil risiko, pentingnya investasi, dan lain sebagainya,” ungkap Khofifah pada Senin (4/1).

Khofifah mengaku jarang menonton film. Termasuk drama Korea. Namun, dia tetap berusaha menyempatkan diri untuk menonton. Termasuk ketika menjalani isolasi mandiri.

Sebelumnya, Khofifah mengumumkan bahwa dia dinyatakan terinfeksi Covid-19. Untuk itu, menonton drama Korea adalah caranya untuk mengisi waktu.

Untuk film Start-Up, dia melihat bahwa tema tersebut merupakan referensi menuju kemajuan Jawa Timur. Ide yang diangkat film Start-Up sangat signifikan untuk mendorong milenial Jatim terus berusaha dengan kerja keras dan profesional.

”Drakor tidak melulu soal cinta dan romansa. Banyak genre lain yang juga punya cerita dan pesan moral yang kuat. Salah satunya ya ini, Start-Up,” tutur Khofifah.

Khofifah menyebut, saat ini Pemprov Jatim tengah berupaya membangun sebuah kawasan yang mirip Sandbox, yang dalam drama Korea Start-Up disebut sebagai Silicon Valley-nya Korea Selatan.

Dalam drama tersebut, Sandbox digambarkan sebagai wadah untuk para calon pengusaha mendapat bimbingan dari senior, investor, dan kantor untuk mengembangkan usaha rintisan.

”Saat ini ada private sector di Jatim yang tengah membangun KEK Singhasari di Kabupaten Malang. Saya berharap besar bahwa nanti KEK Singhasari mampu menjadi katalis pertumbuhan perekonomian digital di Indonesia melalui pendekatan integrated digital ecosystem (ekosistem digital yang terintegrasi),” ujar Khofifah.

Khofifah menyebut bahwa KEK Singhasari adalah KEK pertama di Indonesia yang mengintegrasikan potensi wisata budaya, ekonomi digital, dan ekonomi kreatif. Keberadaan Techno Park di kawasan tersebut akan menjadi inkubator bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

Dia berharap KEK Singhasari menjadi tempat supaya pelaku bisnis mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran produknya melalui start-up. Sehingga bisa bersaing pada era industri 4.0 bahkan 5.0.

”Semoga dari KEK Singhasari ini akan lahir unicorn-unicorn baru Indonesia dari Jawa Timur, yakni start-up yang memiliki valuasi sebesar USD 1 miliar,” ucap Khofifah.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads