JawaPos Radar

Masuk Ruang Operasi Masih Sadar, Keluar Sudah tak Bersuara

04/01/2017, 03:00 WIB | Editor: Ilham Safutra
Masuk Ruang Operasi Masih Sadar, Keluar Sudah tak Bersuara
Kustina Putri Ningsih, pasien RSUD Rasidin Kota Padang terbaring lemah usai menjalani operasi usus buntu (Hijrah Adi Sukrial/Padang Ekspres/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com PADANG - Kustina Putri Ningsih, siswa SMA 1 Pertiwi Padang saat ini terbaring lemah di ruang ICU RSUD Rasidin, Kota Padang.

Keberadaannya di RSUD itu untuk mendapatkan pengobatan kembali setelah dia menjalani operasi usus buntu sebelumnya di rumah sakit tersebut. Namun usai operasi itu kondisinya malah makin memburuk.

Riki Wahyudi, kakak Putri yang ikut menemaninya di rumah sakit itu menceritakan, sebelumnya adiknya ini mengeluhkan sakit di perutnya. Rasa sakit itu membuat Putri beberapa kali mengalami pingsan di sekolah.

Menyikapi hal itu, keluarga membawanya berobat ke Puskesmas. Di puskesmas, dokter hanya memberi obat. Kendati telah meminum obat itu, sakit di perut Putri kembali kambuh. Akhirnya dokter Puskesmas merujuknya ke RSUD Rasidin karena menduganya mengalami usus buntu.

Dikatakan Riki, saat pergi ke puskesmas, tepatnya pada 7 November 2016 lalu, Putri datang sendiri dengan mengendarai sepeda motor. Ketika itu dokter merujuknya ke RSUD Rasidin. Pada tanggal 8 November, dia berangkat ke rumah sakit. Saat itu dia dibonceng oleh kakaknya.

“Pada tanggal 9 November dia dirawat dan diperiksa. Ketika itu dia masih bercanda bersama kami. Selanjutnya pada tanggal 10 Putri pun menjalani operasi. Namun, setelah operasi hingga kini kami tak pernah lagi mendengar suaranya,” jelas Riki sebagaimana dikutip Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (4/1).

Kata Riki, berdasarkan informasi yang diterimanya dari dokter, bahwa saat operasi adiknya kehilangan kesadaran. Lantas dokter membantunya dengan alat, sehingga Putri kembali mendapatkan kesadarannya.

Namun alat itu dilepas Putri kembali kehilangan kesadaran. Hal itu membuat keluarga semakin panik, karena gadis itu tak kunjung membaik. Sehingga pada tanggal 12 November dokter RSUD Rasidin merujuknya ke RSUP M Djamil Padang.

Ironisnya, pada tanggal 14 November, dokter RSUP M Djamil Padang meminta pihak keluarga membawa Putri Pulang. “Kata dokter ketika itu kondisinya akan permanen seperti itu. Sangat tipis kemungkinan untuk bisa sadar dan normal seperti sedia kala,” kata alumni SMK Dhuafa ini.

Keluarga yang tak mengerti apa-apa pun kebingungan. Beruntung ada tetangganya yang memperjuangkan agar Putri tetap mendapatkan perawatan medis.

Riki kembali menemui dokter dan Direktur RSUD Rasidin. Setelah itu disepakati bahwa warga Perumahan Asabri, Kelurahan Padangsarai, Kototangah itu kembali dibawa ke RSUD Rasidin dan menjalani perawatan hingga sekarang.

Saat ditemui Padang Ekspres, kondisi Kustina Putri Ningsih terlihat lemah. Dia tidak tidur, matanya terbuka mulutnya pun terbuka. Namun tidak ada respon dari Putri kepada orang-orang sekelilingnya. Matanya hanya berkedib. Mulutnya sesekali menguap.

Sementara, kaki dan tangan Putri tak bisa digerakkan. Saat didekati dan diajak bicara di dekat telinganya pun tidak ada respon apa-apa. Kalaupun ada hanya lirikan mata ke kiri dan ke kanan. Selang masuk lewat lobang hidung dan pergelangan tangannya.

Begitulah kondisi warga Perumahan Asabri, Kelurahan Padangsarai, Kototangah ini sejak operasi pada 10 November lalu. Tidak ada kemajuan sedikit pun. (adi/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up