JawaPos Radar

Mengenal Lebih Dekat Penjual Keris

Diincar Kolektor Asing, Harga Tembus Rp 500 Juta (Bagian III Habis)

03/12/2017, 11:55 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Warisan Keris
Foto Ilustrasi : Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo melihat koleksi keris di Museum Keris (Ari Purnomo/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sebagai seorang penjual keris yang sudah puluhan tahun, Bambang Hariono pastilah punya banyak pelanggan, mulai dari penggemar keris, kolektor dan juga para pejabat pemerintahan.

Kolektor yang biasa datang untuk membeli keris di tempatnya tidak hanya dari dalam negeri saja. Tetapi, banyak juga dari luar negeri.

Mereka rela mendatangi rumah Bambang yang ada di Malang hanya untuk mendapatkan keris. "Ada yang dari Australia, Belanda dan juga negara lainnya. Karena memang banyak yang datang untuk mencari keris di tempat saya," ungkap Bambang kepada JawaPos.com, Minggu (3/12).

Mengenai harga yang biasa ditawarkan, sambungnya bervariasi. Banyak parameter yang mempengaruhi harga sebuah keris, misalnya mulai dari usianya, bahan, bentuknya, dan juga pamor yang ada pada keris.

Tidak hanya itu, terkadang harga sebuah keris juga ditentukan berdasarkan siapa pembelinya. "Kalau yang membeli seorang pejabat atau kolektor dari luar negeri harganya akan beda dengan orang biasa," katanya.

Selama berkecimpung menjadi pedagang keris, ia mengaku pernah menjual sebuah keris dengan harga yang sangat fantastis. "Dulu ada yang membeli Rp 250 juta, ada juga yang Rp 500 juta. Tapi ini sepadan dengan kerisnya. Dan hanya yang paham dan berduit saja yang mau membelinya," terang Bambang.

Saking banyaknya pelanggan, ia lupa kolektor dari mana yang pernah membeli kerisnya seharga Rp 500 juta itu.

Bambang menambahkan, beberapa pamor keris yang biasanya membuat harga keris mahal diantaranya, pamor blarak, singo, nogo dan juga yang lainnya. Selain dikoleksi, keris memiliki aura mistis. Hal itu pernah dialaminya beberapa tahun lalu, dimana tempat tidur istrinya pernah terbakar.

"Pas itu kan saya punya keris yang diberikan orang tua saya bernama sentro banyu. Dan api tidak jadi menghanguskan kasur, tapi langsung padam sendiri. Ya antara percaya dan tidak percaya," ungkapnya.

Sebelum menutup wawancara, Bambang memberikan tips untuk merawat keris agar kondisinya terjaga dan tidak rusak. Pertama cuci dengan irisan jeruk nipis. "Ini untuk menghilangkan karat.

Selanjutnya di bersihkan dengan warangan. Ini berfungsi untuk mengeluarkan pamor, dan yang terakhir diberi minyak cendana, mawar, atau pun melati. Ini untuk menjaga agar keris tidak lagi berkarat," pungkasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up