alexametrics

Polisi Minta Perayaan Milad GAM Jangan Dibarengi Tindak Pidana

3 Desember 2016, 03:13:00 WIB

JawaPos.com IDI – Menjelang Milad GAM ke 30, aparat kepolisian dan TNI mewaspadai warga di Aceh agar tidak menyertai perayaan itu dengan tindakan pidana.

Agar hal itu tidak terjadi, Kapolres, Dandim dan Kajari Aceh Timur menemui mantan pentolan GAM yang kini menjadi petinggi di Partai Aceh (PA).

Kini para pentolan itu juga sedang mengikuti Pilkada di Aceh Timur. Mereka yakni temui pimpinan Partai Aceh dan tim pemenangan calon bupati dan wakil bupati Aceh Timur, Ridwan Abubakar (Nek Tu) dan Tgk Abdul Rani (Polem).

AKBP Rudi Purwiyanto, pihaknya sengaja melakukan kunjungan ke petinggi Partai Aceh (PA), Hasballah Bin HM Taib. Kunjungan rombongan itu untuk meminta kerjasamanya agar dalam pelaksanaan Milad GAM tetap memprioritaskan keamanan dan ketertiban.

"Hal ini sangat penting, karena dalam perayaan milad GAM ada kalanya dibarengi dengan tindak pidana lainya, seperti penggunaan senjata api (senpi) ilegal," ujar AKBP Rudi dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Sabtu (3/12).

Baginya, TNI dan Polri mempersilakan masyarakat Aceh Timur melaksanakan Milad GAM, namun tetap menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing.

Selain itu, jelang pelaksanaan Milad aparat kepolisian bersama TNI akan meningkatkan pengamanan wilayah.

"Polisi dibantu TNI akan melakukan patroli dan razia gabungan di jalan raya sebagai upaya mengantisipasi gangguan Kamtibmas yang menggunakan senpi ilegal," sebutnya.

Rudi menyebutkan, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Sebab itu, pihaknya melakukan antisipasi. Apalagi kedua tokoh Aceh Timur itu, merupakan mantan kombatan yang sama-sama memiliki tim yang solid.

"Harapan terbesar tidak ada tindak pidana apapun yang terjadi disaat Milad GAM berlangsung sampai dengan selesainya pemilihan kepala daerah nantinya," harap Kapolres. (mag-71/mai/iil/JPG)

Editor : Ilham Safutra



Close Ads
Polisi Minta Perayaan Milad GAM Jangan Dibarengi Tindak Pidana