alexametrics

Pascagempa, Warga Palu Masih Butuh Hunian Sementara

3 November 2018, 14:37:43 WIB

JawaPos.com – Tanggap darurat bencana gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah berakhir beberapa hari yang lalu. Meski demikian warga setempat masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Mereka berharap bisa menempati tempat tinggal yang layak.

Hingga kini pemerintah bersama pihak swasta dan sejumlah lembaga sosial terus berupaya menghadirkan hunian sementara bagi korban gempa yang terjadi pada Jumat (28/9) lalu itu.

Chief of Government Relations Allianz Indonesia, Kiswati Soeryoko menuturkan, musibah yang dialami masyarakat Palu, Donggala, dan Sigi begitu berat. Kepiluan yang dirasakan warga setempat tidakdapat tebayangkan. Hal itu membuat warga Sulteng sangat berharap ada uluran tangan para dermawan agar mereka bisa bangkit seperti dulu kala.

Pascagempa, Warga Palu Masih Butuh Hunian Sementara
Infografis sejarah gempa di Sulawesi Tengah (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

“Kami hanya membantu meringankan beban dari korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu-Donggala-Sigi. Semoga bisa bermanfaat,” ungkap Kiswati Soeryoko dalam keterangan persnya, Sabtu (3/11).

Kehadiran pihak Allianz Indonesia di Palu atas koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kedua lembaga itu melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Sulteng. Rencananya digunakan untuk membangun rumah hunian sementara untuk para pengungsi korban bencana alam. “Informasi yang kami dapat masyarakat masih membutuhhkan hunian sementara,” kata Kiswati.

Adapun dana itu diserahkan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan diterima Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan disaksikan Kiswati Soeryoko. Selain memberi bantuan, Allianz juga mengerahkan sukarelawannya untuk membantu meringankan beban korban bencana Sulteng.

Sementera itu, Gubernur Sulteng Longki Djanggola seperti dikutip dari Radar Sulteng (Jawa Pos Group), dampak dari gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala yakni adanya amblas di beberapa titik bawah laut.

Contohnya yang terlihat di Tanjung Batu Kabupaten Donggala. Di sana ada sekitar 23 rumah amblas masuk ke dalaman laut sekitar 50 meter.

Dia menyebut, hingga kini masih ada warga yang mengalami dampak psikologis atas terjadinya gempa di Sulteng. Salah satu pemicunya mereka kehilangan tinggal. Terutama rumahnya hancur karena gempa maupun akibat likuifaksi.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (iil/jpg/JPC)


Close Ads
Pascagempa, Warga Palu Masih Butuh Hunian Sementara