alexametrics
Syachrul Idris, Relawan Basarnas yang Tewas

Cita-cita Mendirikan Yayasan Sosial Kandas Saat Pencarian Lion Air

3 November 2018, 14:25:36 WIB

JawaPos.com – Relawan Badan SAR Nasional (Basarnas) Syachrul Idris, 48, berpulang. Warga Bendul Merisi Utara, Surabaya itu meninggal saat proses evakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT-610.

Kesedihan mendalam tampak di raut wajah istri almarhum, Lyan Kurniawati. Dia beberapa kali menangis saat JawaPos.com melayat dan mengobrol dengannya di rumah duka.

Masih teringat jelas di benak Lyan atas sosok suaminya yang memang hobi menyelam. Ditanya penyebab meninggalnya Syachrul, Lyan tidak tahu pasti. Dia menduga suaminya kelelahan saat mencoba menyelam untuk mencari korban di perairan Karawang.

Penyelam Basarnas Tewas
Pesan WA terakhir dari Syachrul kepada istrinya. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Sebelum ke Jakarta dan bergabung dengan Basarnas dan relawan lainnya, Syachrul baru saja pulang dari menunaikan ibadah haji. Tak lama pulang ke Surabaya, Syachrul lalu ke Makassar.

Lyan tidak bercerita ada urusan apa Syachrul ke Makassar. Tapi, suaminya sempat kembali lagi ke Surabaya. Lalu berangkat lagi sebagai relawan korban gempa di bagian dapur umum ke Roa Roa, Sulawesi Tengah, selama seminggu.

“Meski bukan keahliannya, tapi keinginan untuk membantu tinggi sekali. Apalagi kalau musibah besar, nggak mungkin menolak,” kata Lyan di rumah duka, Sabtu (3/11).

Setelah seminggu menjadi relawan di Roa Roa, Syachrul kembali ke Surabaya. Lalu, Lyan dan mendiang suaminya berangkat lagi ke Jogjakarta. Lyan tidak mengatakan ada urusan apa di Jogjakarta.

Saat di Jogjakarta itulah, Syachrul mendapat telepon dari Basarnas. Tepatnya pada Rabu (31/10) lalu. Basarnas membutuhkan tenaga Syachrul untuk menggantikan seorang penyelam.

Mendapat penugasan itu, Syachrul langsung sibuk mencari pinjaman kelengkapan peralatan. Maklum, semua perlengkapan selam Syachrul disimpan di Makassar. Tak lama, Syachrul pun mendapat pinjaman dari rekan sesama relawan penyelam.

“Tapi tolong jangan dipelintir ya. Jangan salahkan Basarnas yang nggak meminjamkan alat. Karena memang dari Jogjakarta, bapak (Syachrul) nggak bawa peralatan,” tutur Lyan.

Lyan lalu melanjutkan ceritanya. Setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok lalu berangkat menuju lokasi jatuhnya pesawat di perairan Karawang, suaminya yang akrab disapa Antok itu memulai upaya pencarian dan evakuasi.

Hari pertama, Syachrul menyelam dua kali sehari. Pada pagi dan sore hari. Selama itu, Lyan mengaku tidak mendapat apa-apa terkait temuan Syachrul ketika menyelam di perairan Karawang.

Meski demikian, komunikasi dengan suaminya masih tetap lancar. Sebelum meninggal, Lyan mendapat kata-kata bijak suaminya via Whatsapp. Intinya, hidup mati seseorang adalah takdir Illahi.

“Dia Whatsapp soal perasaannya melihat banyaknya korban. Bahwa kematian itu sudah digariskan dan kita hanya menjemputnya. Belakangan saya baru sadar kalau itu pesan terakhir suami saya,” katanya lalu menangis.

Lyan lalu teringat cita-cita mendiang suaminya. Syachrul punya cita-cita mendirikan yayasan sosial untuk membantu anak terlantar dan fakir miskin. Meski pupus, Lyan mengaku sempat melakoni cita-cita mulianya itu terhadap orang-orang sekitar bersama suaminya. Dia dan suaminya sempat membantu meringankan beban saudaranya dengan menggalang dana kecil-kecilan.

“Bantu sekitar atau saudara. Ya jadi relawan. Galang dana kecil-kecilan. Ya itu dari pembicaraan sehari-hari. Tapi memang kami belum ada waktu,” ungkap Lyan.

Kini, tidak ada lagi sosok Syachrul di kehidupannya. Lyan hanya berharap masyarakat dan keluarga korban melihat mendiang suaminya sebagai pahlawan. Rela menolong meski tubuh lelah.

“Bapak jadi relawan tetap Basarnas sejak tragedi Air Asia. Dulu (membantu mencari dan mengevakuasi korban Air Asia), bapak (berhasil) menemukan co-pilotnya. Sekarang, saya bersyukur jenazahnya masih utuh,” tuturnya mengenang mendiang suaminya yang juga pengusaha bidang ekspedisi itu.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Cita-cita Mendirikan Yayasan Sosial Kandas Saat Pencarian Lion Air