JawaPos Radar

Mendikbud: Meskipun Gempa, Sekolah Harus Tetap Berjalan di Sulteng

03/10/2018, 14:21 WIB | Editor: Dida Tenola
Mendikbud: Meskipun Gempa, Sekolah Harus Tetap Berjalan di Sulteng
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di sela acara Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2018 di Jogjakarta. (Ridho Hidayat/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Kelas darurat secepatnya akan dibangun di dekat-dekat sekolah yang terdampak gempa 7,4 SR di Sulawesi Tengah (Sulteng). Tenda akan disulap jadi kelas darurat agar kegiatan belajar mengajar bisa tetap berjalan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, langkah pertama dalam penanganan pasca gempa adalah membangun kelas darurat dengan standar Unicef.

"Kelas darurat kalau bisa di dekat sekolah. Walaupun ada gempa, sekolah harus tetap berjalan. Semakin cepat semakin baik, jangan sampai tertinggal mata pelajaran dan mentalnya jangan sampai down," katanya, di sela acara Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2018, di Sahid J-Walk Mall, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Rabu (3/10).

Muhadjir melanjutkan, jangan sampai anak-anak terlena tidak menerima ilmu. Terutama mereka yang masih kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar (SD). Semakin lama libur akan sulit kembali mengajaknya sekolah. "Kalau belajar mengajar nanti sudah mulai berjalan dengan baik, baru diajak untuk berkegiatan yang kreatif. Supaya bisa menghibur," lanjutnya.

Selain penanganan terhadap siswa, guru-guru yang terdampak gempa Sulteng juga akan diberikan pendampingan trauma healing. Hal itu dilakukan supaya bisa memotivasi mereka untuk segera mengajar. "Kami sudah punya tim termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi. Tinggal mengerahkan saja yang di NTB akan kami tarik ke Palu," tambah mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut.

Para tenaga pendidik di sana juga akan diberi tunjangan khusus. Seperti yang telah dilakukan di NTB beberapa waktu lalu. "Untuk siswa, bantuan peralatan sekolah. Nanti pinjam pesawat Hercules milik TNI," ujarnya.

Pemulihan dunia pendidikan akibat gempa dan tsunami ini meliputi tiga tahap. Setelah sekolah darurat, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan sekolah sementara yang melibatkan Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). "Sekolah sementara sekitar tiga sampai empat bulan. Setelah itu baru sekolah permanen diselesaikan satu hingga dua tahun," pungkasnya.

 

(dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 03/10/2018, 14:21 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 03/10/2018, 14:21 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 03/10/2018, 14:21 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 03/10/2018, 14:21 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 03/10/2018, 14:21 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 03/10/2018, 14:21 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 03/10/2018, 14:21 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up