Sebut Ada Intimidasi, Pedagang Sentral Makassar Menolak Digusur

03/09/2018, 15:56 WIB | Editor: Dida Tenola
Ratusan pedagang sentral Makassar berunjuk rasa karena menolak direlokasi ke New Makassar Mall (Syahrul Ramadan/ JawaPos,com)
Share this

JawaPos.com - Aliansi Pedagang Makassar Mall (ALPMM) menolak digusur. Mereka enggan direlokasi dari Sentral Makassar ke New Makassar Mall (NMM). Alasannya, pedagang menganggap PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) selaku pengembang mal, terkesan memberi harga yang diskriminatif. 

Ketua ALPMM Hasanuddin memaparkan, harga satu kios di NMM jauh di atas kesepakatan yang terjalin dengan para pedagang sebelumnya. Persisnya di atas harga Rp 42,15 juta per meter. ”Mereka (pengembang mal, red) mengatakan kalau 80 persen sudah ada yang membayar DP. Kalaupun ada, itu bukan DP. Tapi itu adalah hasil dari intimidasi yang mereka lakukan,” tegas Hasanuddin di sela-sela proses penghadangan relokasi, Senin (3/9). 

Dia menambahkan, pedagang mendapat ancaman bila tidak segera membayar uang muka, pengembang akan menjual kios ke orang lain. ”Makanya kami bertahan terus, selama belum ada kejelasan," tambahnya.

Hasanuddin juga menyebutkan salah satu dari sekian banyak persoalan terkait proses relokasi ke NMM. Misalnya, dalam satu kios, terdapat dua nama yang terdaftar. Artinya PT MTIR terkesan memiliki tendensi untuk memecahbelah pedagang. "Jadi kalau orang masuk, pedagang bisa berkelahi. Bukan hanya satu, ini banyak pedagang yang kiosnya mau direlokasi. Bahkan ada beberapa kios yang sudah dijual oleh MTIR, padahal pedagang punya Lembar Hasil Undian (LHU) lods," sebutnya.

Mereka juga mempertanyakan sikap MTIR yang tidak transparan. Di lantai dasar disebutkan, terdapat kios berjumlah seribu lebih. Sementara pedagang bersertifikasi yang menempati lantai dasar berjumlah 700. Namun MTIR malah menyebutkan bahwa kios di lantai dasar sudah terisi penuh. "Semestinya diprioritaskan dulu yang bersertifikat. Ini justru sertifikat untuk lantai dasar malah dijual," jelasnya.

Sementara itu Pemkot Makassar selaku fasilitator, meminta agar persoalan ini bisa diselesaikan secepatnya oleh PT MTIR. Setelah enam bulan pemberian masa pakai kios, sesuai dengan kesepakatan, MTIR dan pedagang harus menemukan titik temu.

Sekertaris Daerah (Sekda) Pemkot Makassar Naisyah Tun Azikin menerangkan, pedagang harus menaati aturan untuk segera mengosongkan lokasi. Sebab proses relokasi akan berdampak pada pengembalian fungsi jalan umum. "Sebagaimana kita ketahui bahwa badan jalan selama ini dipergunakan untuk para pedagang korban kebakaran. SK Wali Kota sudah dicabut, sehingga fungsi jalan harus dikembalikan untuk dimanfaatkan masyarakat umum," terang Naisya. 

Naisya melanjutkan, terhitung mulai Selasa (4/9) hingga Kamis (7/9) pekan ini, para pedagang Sentral Makassar wajib segera memindahkan seluruh barang dagangan ke NMM. PT MTIR sendiri, hingga berita ini ditulis belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan para pedagang yang akan direlokasi itu

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi