JawaPos Radar

Bromo Terbakar, Kunjungan Wisatawan Masih Normal

03/09/2018, 16:10 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Gunung Bromo
KEBAKARAN: Kawasan TNBTS yang terbakar. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Kebakaran melanda sebagian wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sabtu (1/9). Bencana itu tidak berdampak pada kunjungan wisatawan.

Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie menjelaskan, kunjungan ke Bromo tergolong normal. Tapi pada Sabtu malam, kunjungan ke Bromo dari jalur di Malang terpaksa ditutup. Sebagai gantinya, jalur dialihkan ke Pasuruan.

Meski sempat ditutup karena kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ngadas, Kabupaten Malang, namun Sabtu sore sudah dibuka kembali. "Malam minggu kemarin pengunjung tetap normal," kata John kepada JawaPos.com, Senin (3/9).

Pengunjung di TNBTS yang masuk dari Wonokitri RPTN Penanjakan mencapai 1.619 orang pada Sabtu lalu. Dengan jumlah penghasilan negara bukan pajak (PNPB) mencapai Rp 58.542.500.

Sedangkan dari pintu masuk Cemoro Lawang, ada sebanyak 1.307 wisatawan. Dengan demikian, PNBP dari pintu itu sebesar Rp 50,205 juta. "Normal kok kunjungan," tegas Jhon.

Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, kawasan padang savana dan Bukit Teletubbies di Bromo terbakar pada Sabtu (1/9). Kebakaran awal terjadi di kawasan Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Api kemudian menjalar hingga ke perbatasan Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan data yang dikumpulkan JawaPos.com, jumlah luasan lahan yang terbakar mencapai 20 hektare. Sedangkan vegetasi yang terbakar adalah rumput liar, ilalang, semak belukar, akasia dan cemara.

Polres Malang bersama TNI, petugas TNBTS, dan warga berupaya memadamkan api. Mereka juga menggunakan mobil tangki milik Polres Malang dengan kapasitas air 4.000 liter. Api dinyatakan benar-benar padam pada Minggu (2/9) sore.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up