JawaPos Radar

Bikin Resah, Harimau Sumatera Itu Diberi Nama Si Bujang Ribuik

03/09/2018, 15:10 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Bikin Resah, Harimau Sumatera Itu Diberi Nama Si Bujang Ribuik
Seekor harimau muda yang ditangkap di kawasan Karang Putih Indarung kini menunggu pelepasan liar di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Lima hari setelah ditangkap, seekor harimau Sumatera yang sempat membuat resah masyarakat masih berada di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD). Harimau itu ditangkap di kawasan Karang Putih Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang,

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar), Erly Sukrismanto, kondisi harimau berjenis kelamin jantan itu dalam keadaan fit dan baik. Namun, untuk melepaskan liarkan harimau tersebut perlu menunggu waktu dan lokasi yang tepat.

"Untuk lepas liar, nanti kami infokan. Masih mencari lokasi yang tepat," kata Erly saat dihubungi JawaPos.com, Senin (3/9).

Erly mengatakan, harimau yang sudah membuat resah dengan memakan hewan ternak masyarakat itu sudah diberi nama. Karena tindakannya, harimau yang diperkirakan berusia sekitar 1 tahun itu diberi nama Bujang Ribuik (Ribut).

Pihaknya berharap, segera mendapatkan lokasi yang tepat untuk mengembalikan satwa dilindungi itu kembali ke habitatnya. "Semoga tidak lama. Sekitar dua mingguan sampai 1 bulan," bebernya.

Sebelumnya, petugas BKSDA Sumbar bersama masyarakat berhasil menangkap seekor harimau Sumatera, Selasa (28/8) malam. Harimau yang sempat beberapa sebelum ditangkap memangsa hewan ternak warga itu, terpantau melintas di kawasan penangkapan, Karang Putih Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Agar tidak mengancam keselamatan nyawa, harimau jantan berusia muda itu terlebih dahulu dilumpuhkan dengan cara di bius. Setelah itu, harimau di angkut ke kantor BKSDA Sumbar untuk pemeriksaan kesehatan. Sehari setelahnya, harimau dikirim ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD).

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up