JawaPos Radar

Air PDAM Lumpuhkan Jalan Urip Sumarjo Makassar

03/08/2018, 17:48 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Air PDAM
Penampakan luberan air PDAM di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (3/8) sore. (Sahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Banjir setinggi lutut orang dewasa melanda kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (3/8) sore. Air yang merendam jalur trans nasional itu berasal dari kebocoran pipa PDAM.

Pantauan JawaPos.com, luberan air menimbulkan kemacetan lalu lintas. Ratusan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, harus antre untuk melalui jalur antar-provinsi itu.

Luapan air juga sampai ke depan Kantor Gubernur Sulsel hingga gudang persenjataan Kodam XIV Hasanuddin Makassar. Kondisi ini lantas menjadi tontonan warga sekitar. Bahkan, anak-anak menyempatkan diri untuk berendam di air tersebut.

Mukhlis, warga setempat mengatakan, kebocoran pipa PDAM bukan kali pertama. "Sudah sering begini. Kalau tidak salah ingat, dua bulan lalu juga bocor. Tapi kayaknya ini agak tinggi. Karena saya turun tadi hampir sampai di lutut," terangnya saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Makassar Mesak Remon melakukan pemantauan langsung di lokasi kebocaran. Dia mengaku telah melakukan koordinasi dengan PDAM Makassar. "Saya hubungi langsung Dirut Teknis yang tangani ini. Katanya, tim teknis sudah dalam perjalanan untuk mengatasi ini," ujarnya.

Adapun kebocoran terjadi pada pipa induk PDAM yang mengaliri kawasan Kecamatan Panakkukang. Ribuan kubik air pun terbuang sia-sia. Mesak mendesak agar PDAM mematikan sementara aliran air di kawasan itu.

"Ini bahaya kalau terus mengalir. Saya sudah pantau sampai di ujung memang macet total. Alirannya setengah mati kalau tidak cepat ditutup. Mudah-mudahan bisa secepatnya diatasi," harapnya.

Ke depan, DPRD akan memanggil pihak PDAM untuk menerangkan kondisi pipa induk. Mengingat kebocoran hingga mengakibatkan banjir bukan kali pertama terjadi.

"Nanti saya akan sampaikan lagi dalam rapat. Bagaimana kondisi perawatan teknisnya, supaya kami bisa tahu sama-sama. Masyarakat juga merasa dirugikan kalau seperti ini," tukas Mesak.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up