JawaPos Radar

116 Ribu Warga Gunungkidul Kesulitan Air Bersih

03/08/2018, 10:43 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
kekeringan
KEKERINGAN: Droping air bersih yang dilakukan di Gunungkidul. (Dok. BNPB)
Share this

JawaPos.com - Masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), terus bertambah. Saat ini setidaknya ada 116.216 jiwa yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebelumya hanya 96.523 warga yang mengalami krisis air bersih. Untuk wilayahnya masih mencakup di 11 kecamatan dan 54 desa. "Kalau daerahnya masih sama, tapi (warga terdampak kekeringan) jumlahnya bertambah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki, Jumat (3/8).

Hingga kini, BPBD Gunungkidul belum menetapkan status tanggap darurat. Berbeda dengan di Kabupaten Kulon Progo, yang terdapat 8 kecamatan terdampak kekeringan.

"Kami belum menetapkan tanggal darurat. Karena dari segi droping air bersih masih jalan. Permohonan batuan dari masyarakat juga masih belum terlalu banyak," terang Edy.

Droping air dilakukan dengan 6 unit armada tangki. Per harinya, target distribusi mencapai 24 tangki. Masing-masing tangki bermuatan 4-5 ribu liter air bersih.

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Agus Sudaryatno menambahkan, musim penghujan di wilayah DIJ diperkirakan mulai awal November mendatang. Untuk itu, masyarakat diimbau mewaspadai ancaman bencana kekeringan.

Terutama di wilayah yang letak geografisnya berupa daratan tandus. "Sepertinya perlu diwaspadai, agar masyarakat melakukan penghematan air," pesan Agus.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up