JawaPos Radar

Pelaku Diduga Geng Motor

Sedang Asyik Tidur, Mulyadi Kaget Rumahnya Dilempar Batu dan Kayu

03/07/2018, 13:30 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Sedang Asyik Tidur, Mulyadi Kaget Rumahnya Dilempar Batu dan Kayu
KACA PECAH: Kaca rumah milik Mulyadi, 65, pecah akibat diserang puluhan kawanan bermotor, Selasa (3/7). (Wildan Ibnu Walid/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Warga Desa Gemulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon digegerkan adanya penyerangan kepada rumah milik seorang warga oleh kelompok orang tidak dikenal, Senin (2/7) sekitar pukul 23.30 WIB.

Rumah milik Mulyadi di Dusun Pakuwon, RT 03 RW 01, Desa Gumulung Tonggoh, menjadi korban diduga kawanan geng motor dengan cara melempari kaca rumah dengan batu dan bata. Akibatnya, hampir seluruh bagian kaca rumah pecah.

Mulyadi, 65, menceritakan, kejadian bermula saat pemilik rumah sedang tertidur lelap. Tiba-tiba gerombolan bermotor menyerang rumahnya dengan cara membabi buta.

Mulyadi bahkan mengaku sempat panik mendengar berulang kali lemparan batu yang menimpa kaca rumahnya. Penyerangan pelemparan batu dan kayu secara bertubi-tubi. Sehingga dirinya tidak berani untuk keluar rumah.

"Kaca rumah pecah semua. Kejadiannya tengah malam saat sedang tidur semua. Mereka pakai motor banyak, melempari batu dan kayu," ujar Mulyadi ditemui di rumahnya, Selasa (3/7).

Dia mengatakan, diduga pelaku datang menyerang ke ruamahnya sekitar 20 sepeda motor. Dengan membawa batu dan kayu yang disiapkan sebelumnya.

Mulyadi mengaku tidak mengetahui motif para pelaku menyerang rumahnya di Desa Gemulung Tonggoh. Usai menyerang, para pelaku pun langsung melarikan diri.

"Motifnya apa, masih belum tahu. Sampai saat ini saya tidak punya masalah dengan siapa pun," tuturnya.

Tak lama setelah kejadian, warga pun bergegas menghubungi pihak Kepolisian Sektor Beber guna memberikan pengamanan di desa tersebut khawatir penyerangan pelemparan batu kembali terjadi.

“Setalah melapor, anggota Polsek Beber langsung turun ke lokasi untuk olah TKP dan mencatat kerugian korban dan mendalami kasus penyerangan oleh kawanan bermotor itu," ujarnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up