Gunung Agung Keluarkan Lava, Evakuasi Warga Cukup di KRB II

03/07/2018, 00:52 WIB | Editor: Ilham Safutra
Erupsi Gunung Agung di Bali semburkan lava pijar (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Erupsi yang disertai semburan lava Gunung Agung Bali membuat masyarakat di Pulau Dewata jadi resah. Kendati demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meyakinkan untuk masyarakat tetap tenang dan melakukan evakuasi dengan aman. Begitu juga dengan operasional bandara.

Kapusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan dari pantauan satelit Himawari BMKG, terlihat arah sebaran abu vulkanik dominan mengarah ke barat. "Jadi saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar Bali masih beroperasi normal. Demikian pula bandara di Banyuwangi, Jember dan Lombok," terang Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/6).

Lebih jauh Sutopo menyebut, relawan Pasebaya melaporkan lontaran lava pijar dari puncak Gunung Agung mengarah ke lereng bagian timur hingga timur laut ke daerah Culik dan Dukuh di Kabupaten Karangasem. Bahkan mengarah ke bagian barat dan selatan sehingga hutan di puncak kawah terbakar cukup luas.

Kapusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (dok. JawaPos.com)

Sutopo mengimbau warga yang melakukan evakuasi tidak keluar dari wilayah Kabupaten Karangasem. Cukup berada di daerah Kawasan Rawan Bencana (KRB) II agar memudahkan penanganan pengungsi.

"Masyarakat sekitarnya langsung melakukan evakuasi mandiri. Turun ke desa-desa yang aman. Status Gunung Agung tetap Siaga (level 3) dengan radius berbahaya 4 km dari puncak kawah," tutur Sutopo.

Dirinya menekankan masyarakat jangan terpancing pada isu-isu yang menyesatkan dan tetap memantau informasi dari PVMBG. Saat ini, Gunung Agung telah dipasang berbagai peralatan sistem peringatan dini yang lengkap dan terus beroperasi sengan baik.

Sebelumnya, diketahui terjadi erupsi pada Gunung Agung yang bersifat eksplosif dengan artian dapat melontarkan batu pijar, karena adanya tekanan dari dalam kawah. Sifat magma yang lebih cair dibandingkan letusan tahun lalu juga menyebabkan mudahnya terjadi lontaran batu pijar.

Kabag Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko menyebut, erupsi gunung Agung terjadi sekitar pukul 21.04 waktu setempat. Semburan abu diperkirakan mencapai 2 kilometer di atas puncak gunung.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi