JawaPos Radar

Pengangguran di Kota Malang Didominasi Sarjana

03/04/2018, 18:47 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pengangguran
Ilustrasi. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja di Kota Malang mencapai 443.035 jiwa. Warga yang bekerja sebanyak 411.042 orang. Sedangkan jumlah warga yang menjadi pengangguran mencapai 31.933 orang.

Jika dilihat dari sisi latar belakang pendidikan, puluhan ribu warga yang menjadi pengangguran didominasi lulusan akademi maupun perguruan tinggi. Yakni, mencapai 33,68 persen.

Kemudian disusul lulusan SMK 17,35 persen, lulusan SMA sederajat 16,56 persen, lulusan SMP sederajat 13,30 persen, lulusan SD 6,70 persen, dan warga yang tidak sekolah sebanyak 12,42 persen.

"Banyak warga luar yang menempuh pendidikan di Kota Malang, begitu lulus menjadi pengangguran sebelum mendapatkan pekerjaan. Sedangkan persaingan kerja sangat ketat," ujar Kepala BPS Kota Malang Muhammad Sarjan, Selasa (3/4).

Sarjan menegaskan, tingginya angka pengangguran tidak hanya disebabkan warga asli Kota Malang yang tidak memiliki pekerjaan. Namun warga luar Malang yang turut berbaur menjadi warga sosial Kota Malang, juga termasuk dalam pengangguran yang dimaksud BPS.

"Ciri kota besar salah satunya menjadi tempat tujuan untuk mencari pekerjaan. Pembangunan dan perekonomian di Kota Malang tinggi. Sehingga orang di luar Kota Malang berbondong-bondong untuk menempuh pendidikan. Setelah lulus, tidak kembali ke daerah asalnya karena mencari pekerjaan di Kota Malang," papar Sarjan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Malang pada 2017 mencapai 7,22 persen. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan TPT Jatim sebesar 4,00 persen dan TPT nasional sebesar 5,50 persen.

"Angka kemiskinan di Kota Malang termasuk rendah. Namun angka pengangguran cukup tinggi. Sisi positifnya adalah perekonomian dan mobilitas di kota ini cukup tinggi," tandas Sarjan.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up