alexametrics

Dampak Registrasi, Omzet Penjual Sim Card Turun 50 Persen

3 April 2018, 00:15:35 WIB

JawaPos.com – Pengurus Kesatuan Niaga Celuller Indonesia (KNCI) Sumatera Barat (Sumbar) bersama ratusan pengusaha seluler khususnya penjual kartu perdana menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sumbar, Senin (2/4).

Mereka menolak Peraturan Menteri Kominfo yang menyatakan, jika satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya bisa memiliki dan mendaftarkan 3 sim card.

Ketua KNCI Sumbar Alkadri mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk protes kepada Dirjen PPI Kominfo yang mengingkari janji atas putusan yang dibuat pada 7 November 2017 lalu. Saat itu, keputusan yang disampaikan pada stakeholder telekomunikasi, Kemkominfo menyetujui tidak akan membatasi registrasi sim card satu NIK tiga nomor.

“Enam bulan setelah itu nyatanya dibatasi. Mereka mengulur waktu dan membohongi kami,” kata Alkadri,Senin (2/4).

Pembatasan sim card tersebut menurutnya, jelas berdampak pada penghasilan penjual kartu seluler. Bahkan, omzet pengusaha kios penjual kartu perdana turun hingga 50 persen. Parahnya, ribuan kartu perdana di toko-toko dan konter telah terblokir.

Sedikitnya, lanjut Alkadri, terdapat sekitar 5 ribu niaga selluler di Sumbar. Mereka pun terancam gulung tikar dan merugi. “Itu baru yang tercatat. Yang belum lebih banyak lagi. Kami harap, wakil rakyat mampu menyuarakan aspirasi kami,” katanya.

Terhadap aksi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Sumbar Afrizal mengatakan, selaku wakil rakyat, sepantasnya anggota DPRD menerima aspirasi ini. Pihaknya berjanji, akan membawa harapan tersebut ke tingkat pusat.

“Kami akan berupaya menyampaikan aspirasi ini pada pihak-pihak terkait,” kata Afrizal yang menyambut aksi demo dan menandatangani tuntutan tersebut.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (rcc/JPC)

Dampak Registrasi, Omzet Penjual Sim Card Turun 50 Persen