alexametrics

Kasus Adik Wagub Sumut, Kapolda: Tidak Berkaitan Dengan Politik

3 Februari 2019, 14:06:01 WIB

JawaPos.com – Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Agus Andrianto akhirnya angkat bicara soal kasus yang mendera Musa Idishah alias Dodi, Adik Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijeck). Ia menyatakan, jika kasus alih status hutan lindung itu tidak berkaitan dengan urusan politik.

Agus pun memastikan, akan menindak kasus itu sesuai hukum yang berlaku. Saat ini Polda Sumut terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

“Sampai saat ini saya tidak pernah ketemu dengan yang namanya Dodi. Memang ada beberapa kali minta waktu untuk ketemu. Tapi saya tidak tanggapi. Kemudian, ada keluarganya juga yang ingin ketemu saya, juga tidak saya tanggapi. Ini murni perbuatan melawan hukum,” ujar Agus, Minggu (3/2) di Mako Brimob.

Agus juga menanggapi isu yang mencuat belakangan. Yang mana santer berhembus jika Dodi dikriminalisasi. Namun, hal tersebut di bantah mantan Direktur Prekusor BNN ini.

“Kriminalisasi itu bila misalnya rekan-rekan tidak punya masalah, kemudian diciptakan masalah. Itu baru kriminalisasi,” ujarnya.

Agus juga meminta, supaya Dodi mematuhi segala proses hukum yang berlaku. Selain Dodi, polisi juga tengah memburu pelaku pembuat dan penyebar video dugaan intimidasi kepada anggota polisi yang berjaga saat penggeledahan.

Sebelumnya, Dodi yang ditemui awak media juga menegaskan jika kasus yang menderanya tidak berkaitan dengan politik. Bahkan dia mengakui, jika rumor yang berkembang tidak benar.

“Tidak ada campur politik, apalagi menyangkut Pilpres,” ujar adik Gubernur Sumatera itu kepada wartawan, Sabtu (2/2) malam.

Dodi juga tidak mengetahui siapa pembuat video yang mengaitkan penggeledahan dengan beda pilihan pilpres. “Kalau itu saya tidak tahu. Videonya siapapun yang buat kita enggak tahu. Enggak mungkin saya bisa jawab, nanti kalau saya jawab salah lagi. Kalau itu saya kurang mengertilah, karena waktu itu saya masih di Polda,” ungkapnya.

Dodi juga memberikan penjelasan ihwal kepemilikan senjata. Saat penggeledahan, polisi menemukan dua pucuk senjata api dan ribuan peluru bermacam kaliber.

Senjata itu kata Dodi sudah punya izin. Karena dirinya merupakan Ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Sumut. “Saya penembak, pemburu, penembak sasaran, saya juga penembak reaksi. Jadi itu bisa saya jabarkan. Kalau penembak, enggak mungkin saya enggak ada senjata, artinya senjata legal,” tandasnya.

Diketahui, polisi menjemputpaksa Dodi pada Selasa (29/1). Dodi mengatakan, penjemputan itu hanya miskomunikasi dirinya dengan Polda. Karena pada dua pemanggilan sebelumnya, dia mangkir.

“Jadi mungkin ini ada miss komunikasi. Hingga Polda mungkin merasa harus melakukan hal itu,” katanya.

Dodi menjadi tersangka atas kasus perubahan sekitar 500 hektar lahan hutan lindung menjadi perkebunan sawit di kawasan Langkat. Terkait itu, Abdul Hakim Siagian, Kuasa Hukum Dodi menyampaikan bahwa, pihaknya merasa tidak punya otoritas menjelaskan kepada media. Dia mengatakan, kasus itu harusnya diperjelas oleh Dinas Kehutanan sebagai otoritas yang berwenang.

“Mungkin bisa ditanyakan kepada Dinas Kehutanan atau Kementerian Kehutanan yang pas untuk menjelaskan status, tahapan kondisi situasi aktual yang berhubungan dengan ini. Kami tak bermaksud menutup diri, tapi seperti yang kita ketahui, pihak Kementerian Kehutanan punya otoritas memberikan ijin, mengawasi dan mereka juga punya penyidik PNS,” tandasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : prayugo utomo



Close Ads
Kasus Adik Wagub Sumut, Kapolda: Tidak Berkaitan Dengan Politik