alexametrics

Imlek, Warga Keturunan Tionghoa Berharap Pemilu Damai

3 Februari 2019, 19:30:30 WIB

JawaPos.com – Tahun Baru Imlek 2570 mulai dirayakan warga keturunan Tionghoa di Jogjakarta pada Minggu (3/2) di Kelenteng Tjen Ling Kiong Poncowinatan, Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Momen warga keturunan Tionghoa bersembahyang, salah satu harapannya nanti agar Pemilu bisa berjalan damai.

“Hari ini sembahyang bersama, ada sekitar seratus orang. Memang dimajukan 2 hari (perayaaan bersama pada Selasa, 5 Februari). Setelah hari ini, orang sembahyang sendiri-sendiri,” kata Margo Mulyo, pengurus dari Kelenteng Poncowinatan, kepada JawaPos.com, Minggu (3/2).

Setelah sembahyang, lanjutnya, warga keturunan Tionghoa menghabiskan waktunya bersama keluarga dan kolega. Termasuk pada Selasa (5/2) mendatang saat Tahun Baru Imlek. “Lebih banyak berkumpul dengan keluarga pada hari itu,” ucapnya.

Dalam perayaan Imlek ini, merupakan momen menjelang Pemilu 2019. Ia berharap agar jalannya pemilihan Calon Legislatif (Caleg) maupun Capres-cawapres nanti bisa berjalan secara damai. “Ini kan jelang Pemilu. Harapannya supaya damai dan tenang saja,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Adjie Candra, pendeta yang juga menjabat sebagai Majelis Agama Konghucu Surakarta. Ia berharap agar siapapun pemimpin yang terpilih nanti bisa mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

“Harapan kami Pemilu bisa berjalan jujur, adil, lancar, dan yang terbaik hasilnya untuk Indonesia,” ucapnya di sela memimpin doa di Kelenteng Poncowinatan ini.

Pada jalannya doa, juga disertai dengan pemotongan tumpeng. Prosesi ini memang tidak ada dalam budaya Tionghoa. Namun merupakan wujud akulturasi, dan sudah mengakar di Kelenteng Poncowinatan. “Ini merupakan akulturasi dari budaya Tionghoa dengan Jawa. Sudah berjalan cukup lama,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Imlek, Warga Keturunan Tionghoa Berharap Pemilu Damai