alexametrics
Teror Pembakaran Kendaraan di Semarang

Dikira Suara Rintik Hujan, Ternyata 2 Motor Sutrisno Terlalap Api

3 Februari 2019, 16:48:10 WIB

JawaPos.com – Pelaku misterius pembakar kendaraan bermotor kembali menyasar sepeda motor. Kali ini, sasarannya adalah dua motor milik AC Sutrisno, 71, warga Kampung Beji RT 03 RW 13, Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Dijumpai di kediamannya, Sutrisno menjelaskan kronologi awal kejadian yang katanya berlangsung Minggu (3/1) dini hari tadi, sekira pukul 03.15 WIB. Di mana saat itu sebenarnya ada sebagian anggota keluarga yang masih terjaga dari tidur. “Rumah lagi lumayan ramai. Cucu-cucu saya lagi pada nginep di rumah,” kata Sutrisno.

Tapi nasib, motor yang kemudian jadi sasaran pembakaran itu lokasinya terpakir di belakang rumah. Lumayan berjarak dari tempat keluarga berkumpul. Sebenarnya saat itu juga ada sebagian yang mendengar suara yang diduga berasal dari percikan api.

Pembakaran Kendaraan
Proses pemadaman yang berlangsung cukup lama, menyisakan dua unit sepeda motor bermerek Honda Beat dan Kawasaki Kaze R hangus terbakar hingga tersisa kerangka saja. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

“Cucu saya sebenarnya dengar suara kretek-kretek, dikiranya suara hujan. Setelah tetangga teriak kebakaran-kebakaran, baru tahu bahwa itu ternyata suara motor terbakar, bukan suara hujan,” terangnya lagi.

Mengetahui ada kobaran api di belakang rumah, semua orang sempat panik. Namun, reflek menuntun mereka untuk segera menjinakkan api tersebut.

“Tahu ada api, saya langsung matiin listrik. Setelah itu baru motor saya siram. Warga yang mau membantu juga kesulitan karena pagar (belakang rumah) terkunci. Nyari kunci juga nggak ketemu-ketemu, soalnya panik. Warga akhirnya ada yang ndobrak itu pagar,” imbuhnya.

Proses pemadaman yang berlangsung cukup lama, menyisakan dua unit sepeda motor bermerek Honda Beat dan Kawasaki Kaze R hangus terbakar hingga tersisa kerangka saja. Satu dari kendaraan itu, dikatakan Sutrisno, adalah milik cucunya.

Aksi teror kali ini tak hanya menghanguskan dua unit sepeda motor saja ternyata. Beberapa peralatan dapur, kemudian mesin cuci yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran juga menjadi korban.

Terlihat, sebagian barang-barang yang dimaksud sudah meleleh. “Ini atap-atap (rumahnya) juga pada gosong semua,” jelasnya.

Pada saat pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara, katanya, ditemukan dua barang pentol korek api di luar pagar rumahnya. “Sekarang sudah dibawa sama polisi,” tandasnya.

Dengan terbakarnya dua motor milik Sutrisno ini berarti otomatis memperpanjang daftar kendaraan yang menjadi sasaran percobaan pembarakan kendaraan bermotor oleh orang tak dikenal. Terhitung, sudah ada 15 kasus di Kota Semarang. Korbannya, yakni 12 kendaraan roda empat dan tujuh kendaraan roda dua. Termasuk milik keluarga Sutrisno.

Sebelum ini, korbannya adalah tiga unit sepeda motor milik Diyono, 60, dan keluarga. Sabtu (3/2) dini hari kemarin, Honda Beat, Supra X, dan Vario milik keluarga yang mendiami sebuah rumah di Jalan Menoreh Timur II, RT 3 RW 4, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang ini ditemukan sudah terlalap api pada beberapa bagiannya. 

Saat itu, posisi ketiga motor milik Diyono terparkir di teras rumah. Dan saat proses pemadaman, anak Diyono, Adiyantoro, 28, mengaku sempat melihat buntelan kain yang didiuga digunakan sebagai media pembakaran. Namun, kain itu hilang entah hangus terbakar atau disisihkan ke mana.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Dikira Suara Rintik Hujan, Ternyata 2 Motor Sutrisno Terlalap Api