alexametrics
Melihat Pesona Gerebek Sudiro di Solo

Dari Bertabur Lampion hingga Pembagian 4 Ton Kue Keranjang

3 Februari 2019, 20:20:47 WIB

JawaPos.com – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek akan banyak event yang tersaji di Solo. Salah satunya adalah gelaran Gerebek Sudiro. Event ini merupakan gelaran rutin yang diadakan menjelang perayaan Imlek.

Sudiro merupakan salah satu wilayah yang ada di kecamatan Jebres, Solo. Wilayah ini menjadi salah satu wilayah Pecinan terbesar di Solo. Gerebek ini sekaligus menjadi gambaran mengenai adanya akulturasi antara budaya warga keturunan Tionghoa dengan Jawa.

Dan kali ini, Gerebek Sudiro digelar Minggu (3/2). Hari ini, cuaca memang tidak begitu cerah. Mendung bergelayut dan bertahan lama di atas Kota Solo. Bahkan beberapa wilayah sempat gerimis. Akan tetapi, hal ini tidak mengurangi antusiasme warga untuk menyaksikan gelaran yang sangat istimewa tersebut.

Gerebek Sudiro
(Ari Purnomo/JawaPos.com)

Ribuan warga sudah memadati lokasi puncak gerebek Sudiro yakni di kawasan Pasar Gede Solo. Kemeriahan Gerebek ini turut didukung dengan keindahan ribuan lampion yang sebelumnya sudah dipasang di lokasi itu. Mulai dari lampion bundar sampai dengan lampion shio.

Dalam Gerebek kali ini setidaknya ada 54 kelompok masyarakat yang akan menyajikan penampilannya. Mereka tentunya membawa kostum dan juga berbagai keunggulan dari wilayahnya masing-masing. Kostum inilah yang menjadi perhatian warga. Tidak hanya itu, warga juga membawa serta gunungan.

Gunungan ini, terdiri dari berbagai bahan. Ada yang terbuat dari sayuran, makanan dan tentunya kue yang ikonik dengan Imlek yakni kue keranjang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh makanan yang dibawa dalam garebek akan diabadikan kepada warga. Mulai dari sayur sampai kue keranjang akan dibagikan.

Pembagian inilah yang menjadi salah satu penyemangat warga sampai rela datang untuk menyaksikan gerebek Sudiro. Ketua Panitia Gerebek Sudiro, Henry Susanto mengatakan, untuk event Gerebek Sudiro kali ini jumlah peserta memang berkurang dibandingkan tahun lalu. “Gerebek ini untuk menampilkan potensi yang ada di wilayah Sudiroprajan. Selain itu juga sebagai gambaran adanya akulturasi dua budaya berbeda yakni Tionghoa dengan Jawa,” ungkapnya.

Untuk Gerebek kali ini panitia sudah menyiapkan total empat ton kue keranjang. Kue khas Imlek ini dibentuk dengan berbagai bentuk. Ada yang bentuk miniatur stasiun Jebres dan juga miniatur Kelenteng. Selain itu juga ada sejumlah gunungan yang akan dikirab dalam gelaran tersebut.

“Untuk kue keranjang disebarkan kepada warga, penyebaran dilakukan dari lantai atas Pasar Gede,” imbuhnya.

Salah seorang pengunjung, Novi Rahma, 27, mengatakan bahwa dirinya hampir tidak pernah melewatkan event tahunan ini. Sebisanya ia datang dan melihat kemeriahan event yang menyajikan akulturasi dua budaya yang berbeda itu.

“Ini menjadi keunikan dari Gerebek Sudiro, karena menyajikan akulturasi budaya dari dua negara yang berbeda. Jadi sangat menarik. Selain itu juga melihat saat pembagian kue keranjang, begitu meriahnya,” ucapnya.

Setelah menunggu beberapa jam, sekira pukul 14.00 WIB kirab sudah mulai dilakukan. Para warga yang sudah mengambil posisi terbaik langsung menyiapkan ponselnya. Mereka ingin mengabadikan momen setahun sekali itu.

Setelah lebih kurang satu jam kirab berlangsung, tiba giliran pembagian kue keranjang. Sekitar pukul 15.08 WIB pembagian kue ranjang pun dilakukan. Tidak butuh waktu lama, empat ton kue keranjang langsung habis dalam sekejap.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Dari Bertabur Lampion hingga Pembagian 4 Ton Kue Keranjang