alexametrics

Curhat dengan Relawan, Jokowi: 4 Tahun Saya Dihina dan Direndahkan

3 Februari 2019, 16:07:47 WIB

JawaPos.com – Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menghadiri deklarasi relawan Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Jokowi yang diadakan di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (3/2). Di hadapan ribuan relawan yang hadir, Jokowi menceritakan bahwa selama empat tahun memimpin Indonesia dirinya terus mendapatkan gempuran dari berbagai penjuru. 

“Empat tahun ini saya diam, tidak menjawab. Karena saya hanya ingin bekerja dari pagi sampai pagi. Tapi sudah saatnya saya menjawab, jangan sampai karena saya sabar terus dihina, dimaki dan direndahkan. Dipikirnya saya penakut?,” tegas Jokowi di hadapan ribuan relawan. 

Sudah berkali-kali, lanjut Jokowi, dirinya menyampaikan bahwa tidak pernah ada rasa takut sekecil apapun yang hinggap di hatinya untuk kepentingan bangsa, rakyat dan negara. “Tidak ada rasa takut,” ucapnya.

Joko Widodo
Beberapa kali isu juga dilontarkan hanya untuk menjatuhkan dirinya. Seperti, saat ada yang menyebut dirinya sebagai antek Asing. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Beberapa kali isu juga dilontarkan hanya untuk menjatuhkan dirinya. Seperti, saat ada yang menyebut dirinya sebagai antek Asing. Jokowi pun menjelaskan, bahwa tuduhan tersebut sangat tidak benar. 

Dirinya merinci kinerja pemerintah selama ini berhasil mengambil alih sejumlah aset. Seperti saat tahun 2015, bahwa Blok Mahakam yang sudah lebih dari 50 tahun dikelola oleh Perancis dan Jepang berhasil diambil kembali. “Lalu antek asingnya dimana?,” imbuhnya.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan, mengenai pengambilalihan blok rokan yang sebelumnya dikelola oleh Chevron Amerika Serikat. Dan sekarang dimenangkan oleh Pertamina dan 2018 ini sudah 100 persen. “Begitu dibilang antek asing. Lalu Freeport yang sudah 40 tahun lebih dikelola oleh PT Freeport -McMoran pada akhir 2018 sudah berhasil diambil 51,2 persen,” katanya. 

Jokowi juga mengatakan, apa yang dilakukan pemerintah dalam mengambil alih tersebut bukan hal mudah. Banyak tekanan dan juga intrik politik yang harus dilalui. Tekanan datang dari berbagai sisi. “Dari atas, dari bawah, dari kanan, dari kiri, untuk saya kurus jadi tidak terasa, ” guraunya disambut tawa para tamu undangan. 

Selain itu, juga soal adanya tudingan bahwa dirinya adalah seorang PKI. Jokowi pun menjelaskan, bahwa dirinya lahir pada tahun 1961 sedangkan PKI sudah dibubarkan pada tahun 1965-1966. “Masak ada PKI balita. Soal anti ulama dan anti Islam itu, saya setiap minggu keluar masuk pondok. Siapa yang menandatangani Hari Santri?. Kalau mau diceritakan soal (fitnah) sehari tidak akan rampung,” ungkapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo

Curhat dengan Relawan, Jokowi: 4 Tahun Saya Dihina dan Direndahkan