alexametrics

RS Terakreditasi di Semarang dan Demak Masih Layani Pasien BPJS

3 Januari 2019, 20:32:32 WIB

JawaPos.com – BPJS Kantor Cabang Utama (KCU) Kota Semarang mengklaim masih menjalin kerja sama dengan seluruh rumah sakit di wilayahnya. Jumlahnya, total 25 rumah sakit mencakup area Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Kepala BPJS Kesehatan KCU Semarang, Bimantoro mengatakan, bahwa rumah sakit di areanya terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan. Itulah sebabnya mereka masih bekerjasama dengan BPJS.

“Regulasinya menyebutkan, rumah sakit yang akan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan jaminan layanan kesehatan pada program JKN-KIS adalah harus sudah terakreditasi,” katanya saat dijumpai di kantornya, Kota Semarang, Kamis (3/1).

Hal itu, menurutnya sudah diatur dalam Perpres No. 82 tahun 2018 mengenai Jaminan Kesehatan. Serta Permenkes No. 99 tahun 2015, tentang perubahan Permenkes No. 71 tahun 2013. Yakni soal layanan kesehatan pada jaminan kesehatan nasional.

“Di wilayah Semarang dan Demak, ada 25 rumah sakit terakreditasi dan bekerjasama dengan BPJS. Semua tipe B dan tipe C. Ini (akreditasi) juga sebenarnya sudah diinformasikan sejak lama. Melihat Permenkes 2015 asalnya adalah perubahan dari 2013,” sambungnya.

Guna memperoleh status terakreditasi itu ada beberapa tahapan yang harus dilalui sampai akhirnya paripurna. Adapun sejumlah syarat yang wajib dipenuhi agar sebuah rumah sakit bisa memperoleh akreditasi.

Di antaranya seperti pelayanan, manajemen mutu, prosedur, penanganan komplain, bahkan jadwal dokter yang jadi sangat vital untuk keberlangsungan sistem rujuk antar rumah sakit. “Di Semarang Demak, ada tiga rumah sakit yang belum bekerjasama, tipe D mereka. Beberapa RS yang baru juga belum kerjasama karena belum akreditasi,” imbuhnya.

Dia pun berharap seluruh instansi terkait, macam regulator, yakni Pemkot melalui Dinkes-nya mau mendorong semua rumah sakit agar bekerjasama dengan BPJS. Supaya ke depan tak ada pihak-pihak yang dirugikan.

“Kalau ada yang tidak bekerjasama nanti masyarakat dirugikan. Jangan sampai tiba-tiba tidak melanjutkan kerjasama, nanti bisa merusak sistem rujukan berjenjang, masyarakat yang dirugikan. Maka selain Dinkes, atau ARSI, ARSADA, dan segalanya yang berkaitan, pengurusnya harus aktif dan aware,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)



Close Ads
RS Terakreditasi di Semarang dan Demak Masih Layani Pasien BPJS