alexametrics

Pemuda Aksi Mogok Makan di DPR Aceh Dilarikan ke Rumah Sakit

2 Desember 2020, 14:30:27 WIB

JawaPos.com–Tiga pemuda Aceh yang melakukan aksi mogok makan di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Sebab, kondisi fisik mereka terus melemah.

”Mereka sudah dibawa ke Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA) oleh tim sekretariat DPRA dan juga didampingi polisi,” kata Kasubag Humas DPRA Mawardi Adami, seperti dilansir dari Antara di Banda Aceh, Rabu (2/12).

Peserta aksi yang mengatasnamakan Aneuk Muda Menggugat (AMM) itu tidak mengonsumsi makanan apapun dan hanya minum air putih sejak menggelar aksi pada Senin (30/11) pukul 11.00 WIB.

Mereka menuntut implementasi butir-butir perjanjian damai atau MoU Helsinki yang tertuang dalam UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA).

Mawardi mengatakan setelah kesehatan mereka dicek tim medis DPRA, peserta aksi mogok makan tersebut hanya lemas akibat tidak makan, bukan karena sakit berat. ”Fisiknya saat dicek masih bagus, tensi darahnya sekitar 118, mereka cuman lemas karena tidak makan saja,” ujar Mawardi Adami.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, koordinator aksi Ichsan Kelda mengaku, kondisi mereka sudah sangat lemah, bahkan satu anggotanya tumbang karena daya tahan tubuh yang berkurang sejak subuh (2/12) tadi. ”Menjelang subuh tadi makin parah dan tidak stabil, dan mendapat perawatan di rumah sakit,” kata Ichsan.

Tim medis DPRA, lanjut dia, menyarankan agar mereka minum vitamin saat dilakukan pengecekan kesehatan agar tetap sehat, namun mereka menolak.

Terkait aksi pemuda tersebut, Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin mengatakan, semua aspirasi ditampung sebagai wujud komplet dalam menjaga serta merawat perdamaian dengan mewujudkan semua perintah politik yang tertuang pada MoU Helsinki.

”Kami DPRA sebagai representasi masyarakat Aceh akan mendiskusikan dan berharap ada sikap politik dari lembaga DPRA dengan segenap fraksi yang ada terkait perjalanan 15 tahun perdamaian Aceh,” kata Dahlan Jamaluddin.

Sejatinya, kata Dahlan, dalam upaya menjaga dan merawat perdamaian Aceh agar selalu abadi menjadi keharusan bagi semua elemen, baik pemangku kepentingan di Aceh maupun nasional, serta seluruh rakyat Aceh.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara


Close Ads