alexametrics

Lindungi yang Jompo, Pusat Suaka Orang Utan di Kalimantan Bertambah

Khusus yang Jantan dan Jompo
2 Desember 2019, 21:43:00 WIB

JawaPos.com – Pusat suaka orang utan di Kalimantan bertambah. Hashim S Djojohadikusumo meresmikan Pusat Suaka Orang utan (PSO) ARSARI di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Hal tersebut dilakukan memastikan satwa liar dilindungi seperti orang utan dapat menikmati kesejahteraannya di hari tua sampai akhir hidupnya.

“Didirikannya PSO ARSARI ini adalah untuk menjawab kebutuhan suaka bagi Orang utan yang sudah tua dan bertahun-tahun berada dalam kandang,” Ketua Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (YAD) itu hari ini. Berbagai kondisi orang utan tersebut tidak memungkinkan dilepasliarkan ke alam.

Tujuannya tidak hanya menyelematkan populasi orang utan dari kepunahan. Hashim juga bercita-cita dengan adanya PSO yang berada di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara itu para orangutan yang berhasil diselamatkan hidup bahagia tanpa harus dirantai dan disiksa hingga meninggal.

PSO Arsari adalah fasilitas suaka (sanctuary) bagi orangutan, kerjasama Yayasan Arsari Djojohadikusmo dengan balai konservasi sumber daya alam Kalimantan timur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

Di antara orang utan yang berhasil diselamatkan dan menghuni PSO ARSARI bernama Bento. Bento yang berjenis kelamin jantan berhasil diselamatkan dari peliharaan ilegal di sebuah rumah di Manado pada tanggal 8 September 2005.

Selain Bento, ada orang utan lainnya yang diberi nama Iskandar. Iskandar diselamatkan ketika masih bayi dari perdagangan ilegal untuk diselundupkan ke Filipina pada 30 Oktober 2004.

Bento dan Iskandar ditranslokasi oleh Balai (KSDA) Sulawesi Utara dan Kalimantan Timur bersama YAD dengan dukungan Yayasan Masarang melalui Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, yang akhirnya bisa memulangkan mereka kembali ke Kalimantan pada 3 Oktober lalu.
Selanjutnya dua orang utan itu akan dipersiapkan untuk dipindahkan ke pulau yang akan dimanfaatkan sebagai suaka khusus.

Ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) Hashim Djojohadikusumo (keempat kiri) bersama Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno (keempat kanan) membuka pintu gerbang saat meresmikan Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (2/12/2019). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan penghargaan kepada Hashim Djojohadikusumo sebagai Pejuang Pelestari Satwa Liar. Hal itu diberikan atas dorongannya membangun pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar kebanggaan Indonesia. Penghargaan dianugerahkan di Jakarta pada 22 Oktober lalu.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Ferlynda Putri Sofyandari



Close Ads