alexametrics

Pemda Bantah Lokasi Jatuhnya Lion Air sebagai ‘Kuburan’ Kapal Karam

2 November 2018, 13:01:24 WIB

JawaPos.com – Pascainsiden jatuhnya Lion Air JT-610 Senin lalu, beredar kabar jika lokasi jatuhnya pesawat berada di lokasi tempat kapal-kapal karam. Bahkan tak sedikit yang menyebut tempat harta karun.

Pemerintah Kabupaten Karawang membantah terkait hal ini. Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Sari Nurmiasih mengatakan, perairan Karawang atau luat Jawa memang tersimpan banyak cagar budaya. Tapi tidak halnya dengan Pantai Tanjung Pakis, lokasi jatuhnya Lion Air JT-610.

“Sampai saat ini, belum ada penelitian tentang kawasan kuburan kapal-kapal karam yang membawa muatan cagar budaya di perairan Pakisjaya,” ujar Sari saat dihubungi RMOL Jabar (Jawa Pos Grup), Jumat (2/11).

Pemda Bantah Lokasi Jatuhnya Lion Air sebagai ‘Kuburan’ Kapal Karam

Dengan kata lain, sambung dia, lokasi jatuhnya pesawat ini bukan berada di kawasan kuburan kapal karam.

“Dulu memang pernah ada temuan benda cagar budaya. Tapi itu lokasinya di Perairan Cilamaya, bukan di Perairan Pakisjaya. Kalau perairan Pakisjaya belum ada penelitian,” jelas dia.

Berdasarkan cacatan di dinasnya, di Perairan Cilamaya dulu pernah ditemukan benda-benda berupa koin emas diduga peninggalan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) serta guci-guci peninggalan Cina hingga jangkar berusia ratusan tahun.

Atas temuan tersebut, ke depan pemerintah pusat berencana membangun galery atau museum benda-benda cagar budaya yang ditemukan ini. “Jadi, kami tegaskan, temuan benda cagar budaya itu adanya di perairan Cilamaya, itu pun sudah lama, bukan perairan Pakisjaya (tempat pesawat Lion Air JT 610 jatuh),” tegas dia.

Seperti diketahui, sejumlah media massa belum lama ini mengabarkan jika di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air di Karawang, itu berada di kawasan kuburan kapal karam. Kapal tersebut, disinyalir membawa muatan cagar budaya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (mam/jpg/JPC)

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Pemda Bantah Lokasi Jatuhnya Lion Air sebagai 'Kuburan' Kapal Karam