alexametrics

Tema HUT Ke-265 Kota Jogja Adalah Tanggap Tanggon Tuwuh, Ini Maknanya

2 Oktober 2021, 15:44:37 WIB

JawaPos.com – Kota Jogjakarta tengah menyambut hari ulang tahun ke-265 pada 7 Oktober 2021 mendatang. Ulang tahun Kota Jogja kali ini mengusung tema Tanggap Tanggon Tuwuh. Tema tersebut bermakna penuh akan doa, harapan, serta optimisme.

Plt Asisten Administrasi Umum Kota Jogja yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia HUT Jogjakarta Kris Sarjono menjelaskan makna dari tema yang diambil. Tanggap disebutnya memiliki makna kecepatan, sekaligus kecekatan, untuk beradaptasi, atau menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi Covid-19. Sehingga, kegagapan bisa dihindari.

“Tanggap berarti kecepatan dalam beradaptasi dengan situasi yang terus berkembang,” ujar Kris Sarjono dalam agenda talkshow Pembukaan Pekan HUT ke-265 Kota Jogja, di Pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (1/10) sore.

Selanjutnya, Tanggon memiliki makna ketangguhan dalam menghadapi situasi yang masih diliputi ketidakpastian. Apalagi pandemi masih menyelimuti berbagai lapisan dunia, termasuk Indonesia. “Tanggon berarti tangguh dan kokoh walau situasi tak menentu namun tetap kuat dan tidak menyerah,” imbuhnya.

Terakhir adalah Tuwuh yang mengandung makna tantangan. Tantangan diartikan agar dapat senantiasa hidup dan terus berkembang, serta selaras mengikuti perkembangan saat ini. Tuwuh sendiri juga berarti kemampuan dalam beraktualisasi diri untuk terus bertahan dan berkembang apapun kondisinya.

“Tuwuh berarti kemampuan untuk terus hidup dan berkembang apapun kondisinya,” ucap Kris Sarjono.

Harapannya, melalui makna tersebut, Kota Jogja dapat mudah beradaptasi, tetap kuat, dan tidak menyerah serta terus berkembang. Nantinya, dalam perayaan hari jadi Kota Jogja dimeriahkan dengan beberapa acara seperti Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) pada puncak kegiatan.

Sebagai informasi, agenda tersebut sudah masuk dalam Calendar of Event (COE) Nasional, yang ditetapkan Kemenparekraf RI.

“Untuk itu, kita harus menjaga betul. WJNC kita gelar dengan skema hybrid, supaya masyarakat tetap dapat ikut menikmati dari rumah. Untuk tahun ini, kita usung lakon Semar Boyong, menyesuaikan kondisi penanganan Covid-19 yang kita jalani,” pungkas Kris Sarjono.

Editor : Edy Pramana

Reporter : ARM, Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads