JawaPos Radar

Napi Kabur Lagi, Sembunyi di Wihara

02/10/2017, 08:11 WIB | Editor: Ilham Safutra
Napi kabur
Napi kasus pencurian yang berupaya kabur dibawa oleh jajaran Polresta Padang. (HERRU IRAWAN/Padang Ekspres)
Share this

JawaPos.com - Kasus narapidana kabur dari lembaga pemasyarakatan (lapas) kembali terjadi di daerah. Kali ini terjadi di Lapas Kelas IIA Muaro, Kota Padang. Warga binaan yang kabur itu yakni Syahrial, 25, terpidana kasus kasus pencurian.

Dari informasi yang dihimpun Padang Ekspres (Jawa Pos Group), napi itu kabur memanfaatkan pergantian shift dan kabur dengan melompati pagar lapas.

Beruntung aksinya pada Minggu (1/10) siang, sekira pukul 12.30 itu dilihat oleh warga yang tinggal di belakang lapas. Sehingga satu jam kemudian dia berhasil diringkus lagi saat bersembunyi di wihara.

Sebelum tertangkap, napi sempat kabur yang tidak jauh dari lapas. Sedangkan petugas lapas yang mendengar teriakan warga pun sempat melepaskan tembakan peringatan, namun diabaikannya. ”Dia (napi,red) pakai baju kaos, dan sempat tersangkut di kawat saat memanjat pintu gerbang,” kata penjaga warung yang namanya sengaja disembunyikan sebagaimana yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group).

Penuturannya, napi itu terlihat ke luar dari dalam plafon bagian atap LP ketika sedang menutup warung. Napi yang berupaya kabur membawa senjata tajam. Dia mengakku sangat takut, makanya, memilih langsung berteriak agar warga dan petugas bisa menangkap kembali.

”Mendengar teriakan saya, napi tersebut langsung lari ke arah rumah dinas Kalapas (Kepala LP, red). Manjat pagar lagi hingga sampai ke Vihara,” jelasnya.

Untuk mempersempit ruang gerak pelariannya, petugas LP Kelas II A Muaro Padang langsung berkoordinasi dengan jajaran Polresta Padang, dengan melakukan penyisiran dan pencarian. Dari pengejaran tersangka diketahui bersembunyi di wihara (Vihara) Buddha Warma yang jaraknya 100 meter dari LP.

Akhirnya, warga melihat seseorang bersembunyi di dalam sebuah mini bus yang terparkir di basement Vihara Buddha Warma. Namun, napi itu berupaya bertahan di bawah jok bagian belakang mini bus. Alhasil, pintu samping mini bus berhasil dibuka dan napi berbadan ceking tersebut dapat diamankan petugas.

Kepala Lapas Kelas II A Muaro Padang, Sri Yuwono, membenarkan adanya napi yang berupaya kabur tersebut. Namun, pihaknya dibantu Polresta Padang dan masyarakat sekitar berhasil mengamankannya kembali. Napi yang berupaya kabur divonis divonis 2,5 tahun atas kasus pencurian.

”Napi itu baru menjalankan hukuman selama lima bulan. Caranya kabur naik dari genset, jebol plafon dan langsung naik ke atas, lalu turun melalui pintu samping,” kata Sri Yuwono.

Sebelum di Kota Padang, kasus napi kabur juga terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), yakni di Muaro Sijunjung. Hingga kini petugas masih mengejar napi yang kabur itu.

(iil/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up