JawaPos Radar

OK OCE Mart Kalibata Tak Mampu Bayar Sewa Lahan, Segini Omzetnya

02/09/2018, 19:58 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
OK OCE Mart, OK OCE bangkrut, OK OCE gulung tikar
Kondisi OK OCE Mart di Jalan Warung Jati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/9). OK OCE Mart ini tutup sejak Sabtu (1/9). (Yesika Dinta/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - OK OCE Mart di Jalan Warung Jati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan tutup sejak kemarin, Sabtu (1/9). Penutupan tersebut tentu memunculkan pertanyaan masyarakat sekitar. Bahkan program yang digagas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno itu dianggap gagal.

Ketua Pergerakan One Kecamatan One Center of Enterpreneurship (OK OCE) Faransyah Jaya mengonfirmasi hal tersebut. Dia tidak memungkiri bahwa tutupnya toko itu lantaran keuntungan yang didapat tidak bisa menutup harga sewa lahannya.

“Ini karena sewa, bisa dibilang omzet keuntungannya nggak bisa menutupi harga sewanya. Biaya-biaya lainnya,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (2/9).

OK OCE Mart, OK OCE bangkrut, OK OCE gulung tikar
Kondisi OK OCE Mart di Jalan Warung Jati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/9). OK OCE Mart ini tutup sejak Sabtu (1/9). (Yesika Dinta/JawaPos.com)

Dia menjelaskan, OK OCE Mart saat ini sudah memiliki tujuh lokasi. Namun, toko lainnya tidak menyewa lahan berbeda dengan yang berada di Kalibata.

“Keuntungannya nggak bisa nutupin biaya salah satunya biaya sewa. Kalau tempat lain kan banyaknya lokasi punya sendiri tuh jadi nggak ada biaya sewanya,” tutur dia.

Rendahnya omzet, kata Faran, salah satunya disebabkan oleh letak toko yang kurang strategis. Dia mengaku sepinya peminat usaha retail secara umum juga menjadi faktor toko tutup.

“Secara umum kan usaha retail lagi nggak terlalu bagus. Yang lain usaha retail banyak yang tutup kan kayak Seven Eleven (Sevel),” sebutnya.

Menurutnya, omzet yang diperoleh toko OK OCE Mart hingga saat ini di kisaran Rp 1-3 juta per hari. Sementara itu, jika ditotal, dalam sebulannya, OK OCE Mart terhitung meraup keuntungan Rp 30-90 juta atau sekitar 10 persen.

Sebagai solusi, pihaknya berencana memindahkan toko tersebut dengan konsep yang baru, yakni bergabung dengan Gerai OK OCE yang saat ini baru ada tiga di wilayah ibu kota.

“Kita rencana mau pindahin, kalau bisa nanti misalnya pindah, kerja sama dengan Gerai OK OCE karena kan kita ada sistem manajemennya,” pungkas Faran.

Sebelumnya, menanggapi program besutannya yang mulai ditutup, Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengaku hal tersebut lantaran persoalan lokasi yang tidak strategis. Selain itu, juga terkait pertumbuhan ekonomi dan bisnis yang stagnan.

"Memang kan sekarang bisnis dan ekonomi lagi stagnan. Tapi tergantung lokasinya. Buktinya ada OK OCE mart yang bisa terus berjalan, ada yang harus ditutup karena omsetnya turun secara drastis dan pengelolaannya belum bisa menghadirkan satu terobosan untuk omzet mereka," kata Sandiaga saat ditemui sela-sela kunjungam ke acara Generasi Muda Peduli Masyarakat, Jakarta, Minggu (2/9).

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up