JawaPos Radar

Beres Ditetapkan Tersangka, Nur Mahmudi Absen Salat Berjamaah

02/09/2018, 11:26 WIB | Editor: Imam Solehudin
Nur Mahmudi Ismail
Pasca ditetapkan sebagai tersangka, keberadaan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail bak ditelan bumi. Menurut pengakuan sejumlah warga sekitar rumahnya, Nur tak lagi terlihat sejak tersangka. (Dok. Radar Depok/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Rutinitas salat berjamaah mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail di Masjid Darussalam, Komplek Perumahan Tugu Asri, Depok, tak tampak lagi pasca ditetapkan sebagai tersangka. Hingga kemarin ketika Salat Jumat pun, wali kota yang mencetuskan One Day No Rice (ODNR) ini mendadak absen.

Pantauan Radar Depok, di pintu keluar masuk masjid, terduga tersangka rasuah Jalan Nangka Kelurahan Curug, Cimanggis itu tidak terdeteksi diantara ratusan jamaah.

Kepada Harian Radar Depok (Jawa Pos Grup), salah seorang pengurus Masjid Darussalam, Edi menyebutkan, Nur Mahmudi Ismail sudah sejak tiga hari belakangan tidak pernah datang ke masjid. Padahal, terang Edi, Nur Mahmudi tidak pernah absen melaksanakan salat lima waktu, dan juga mengikuti kegiatan yang diadakan di masjid tersebut.

“Pak Nur Mahmudi gak ikut Jumatan, udah dari Rabu kemarin gak datang kesini. Biasanya dari Salat Subuh udah datang kesini,“ ungkap pria yang berprofesi sebagai marbot itu sebagaimana dilansir Radar Depok, kemarin.

Edi mengaku tidak melihat Nur Mahmudi melintas dari posnya sejak pagi hari kemarin. “Saya mulai jaga dari jam 7 pagi, tapi gak ngelihat beliau lewat,” tutur dia.

Pria bertumbuh sintal itu mengungkapkan, dua orang anggota Polresta Depok juga datang hendak menemui Nur Mahmudi di kediamanya di Blok A4/9, untuk memberikan surat panggilan polisi. Namun tak juga dapat menemui Nur Mahmudi.

“Tadi ada orang polres datang dua orang, katanya mau ngasih surat panggilan tapi gak ketemu,” sambungnya.

Dia juga menuturkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari rekan sesama kerjanya. Dua hari yang lalu rekanya sempat melihat Nur Mahmudi, menaiki sebuah mobil berplat nomor milik kepolisian.

“Saya kemarin libur, tapi kata teman saya pak Nur Mahmudi dibawa pake mobil tapi platnya kaya punya polisi. Gak tau mau diperiksa di Polres atau dimana,” ujarnya.

Sementara di kediaman Nur Mahmudi, suasana hening menyelimuti sekitar kediamanya. Hanya ada tiga unit mobil terparkir dan sebuah sepeda. Ketika ketuk pintu, tak ada yang merespon.

Namun, setelah berulang kali. Muncul seorang pria muda dari sebuah pos penjagaan di sebelah rumah Nur Mahmudi. Faris mengaku, sebagai penjaga rumah tersebut.

Ketika ditanyai keberadaan Nur Mahmudi, Faris tidak menjawab secara pasti dimana keberadaanya. Hanya saja, dia mengatakan diperintah oleh Nur Mahmudi dan keluarganya, Kalau ada yang menanyakan keberadaan bapak, diminta bilang sedang istirahat," pungkasnya.

(mam/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up