JawaPos Radar

Antisipasi Kriminal Jalanan, Polisi Bekali Diri Dengan ICS

02/09/2018, 20:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Antisipasi Kriminal Jalanan, Polisi Bekali Diri Dengan ICS
Pendiri dan Pelatih ICS Peter Sciarra dan salah seorang anggota yim Respati Polrestabes Surabaya mendemonstrasikan cara meloloskan diri dari todongan pistol dan pisau. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Polrestabes Surabaya dan Unicombat Academy menginisiasi pelatihan Integrated Combat System (ICS), Minggu (2/9). Pelatihan itu dilakukan, untuk mengasah kemampuan Tim Respati (anggota elit polisi) dalam hal proteksi saat menanggulangi kejahatan.

Kasat PJR Polda Jawa Timur, AKBP Bambang Sukmo Wibowo mengatakan, penerapan ICS mengutamakan keselamatan polisi. Terutama saat tim melakukan patroli dan menangani kejahatan jalanan.

"Sebenarnya sudah beberapa bulan lalu kami menerapkan jenis bela diri ini. Sebab, kami perlu melindungi diri dahulu sebelum mampu menyelamatkan korban dari aksi kejahatan," kata Bambang ditemui wartawan di Unicombat Training Center, Minggu (2/9).

Antisipasi Kriminal Jalanan, Polisi Bekali Diri Dengan ICS
Personel Polrestabes Surabaya saat berlatih ICS . (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Menurutnya, Tak hanya saat patroli, menurutnya, bela diri ICS dan turunanya, seperti Krav Maga, juga sangat ideal diterapkan pada segala jenis kejadian yang sifatnya insidentil. Sebab, kejadian yang sifatnya insidentil sangat mengandalkan respon cepat dari polisi.

"ICS itu juga sebagai dasar untuk latihan respon cepat dari petugas kepolisian. Karenanya, bela diri yang praktis dan menuntut kecepatan perlu dikuasai anggota Respati," kata Bambang.

Sementara itu, Pendiri dan Pelatih ICS Peter Sciarra mengatakan, materi yang diberikan adalah teknik bela diri close quarter combat. Teknik tersebut dipilih, karena memang banyak instansi kepolisian di hampir semua negara menerapkan jenis bela diri itu.

"Karena, close quarter combat sudah akrab dan diajarkan di kepolisian dan militer se-dunia. Meski, di Indonesia sendiri belum terlalu dikenal. Tujuannya, untuk melatih kemampuan bela diri yang praktis tapi taktis," kata Peter

Seseorang perlu melatih sejumlah teknik dalam jangka waktu tertentu. Karena, teknik bela diri itu juga dapat diaplikasikan saat berhadapan dengan lebih lebih dari satu musuh. Meski, perlu waktu lama bagi seseorang untuk melatih teknik dasarnya.

Ditanya teknik, Peter tidak menyebutkan secara rinci. Hanya, dia mengatakan bahwa gerakan yang dilatih adalah mengasah naluri melindungi dan membebaskan diri dari aksi kejahatan. Salah satunya, cara meloloskan diri saat ditodong pisau, pistol, atau senjata tumpul lainnya.

"Kami tidak menyebut bela diri ini sebagai olah raga. Karena memang tidak ada aturan saat anda menghadapi kejahatan di jalanan. Kemungkinan terburuk apapaun bisa terjadi," jelasnya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up