JawaPos Radar

1,35 Ton Bawang Merah Ilegal Asal Malaysia Gagal Beredar di Sumatera

02/09/2018, 19:37 WIB | Editor: Budi Warsito
1,35 Ton Bawang Merah Ilegal Asal Malaysia Gagal Beredar di Sumatera
Sekitar 1,35 ton bawang merah ilegal asal Malaysia diamankan Polres Dumai, pada Sabtu (1/9). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak 150 karung atau setara 1,35 ton awang merah diamankan personel Polres Dumai. Bawang merah asal Malaysia itu, diamankan di depan SPBU Mundam, Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Medang Kampai, Dumai, Riau, Sabtu (1/9) malam lalu.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto mengatakan, bawang merah dengan merek Onion itu disita petugas dari seorang sopir truk dan kernetnya. Mereka berinisial SR, 57 dan DD, 22. Keduanya merupakan warga Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

"Kita sita 150 karung berisi bawang merah yang diangkut dalam satu unit mobil Daihatsu Gran max dengan nomor polisi asal Jakarta, yaitu B 9974 KAG," ujar Sunarto di Pekanbaru, pada Minggu (2/9).

1,35 Ton Bawang Merah Ilegal Asal Malaysia Gagal Beredar di Sumatera
Dua orang yang diamankan bersama bawang mera ilegal asal Malaysia ()

Dijelaskannya, penangkapan bermula ketika personel Polres Dumai melakukan patroli di sekitar Jalan Arifin Ahmad. Di dekat SPBU Mundam, petugas melihat ada satu unit truk yang tengah terparkir.

"Kita mencurigai truk itu. Maka tim patroli yang dipimpin Kasat Sabhara, AKP Maryanta langsung memeriksa truk tersebut," jelasnya.

Saat ditanyakan kepada sopir dan kernetnya, mereka tak dapat menunjukkan dokumen sah untuk pengangkutan bawang tersebut. "Setelah diperiksa mereka tak dapat menunjukkan dokumen sah. Maka mobil beserta muatan dan dua orang diamankan ke Polres," tuturnya.

Di Polres, sopir dan kernet ini dilakukan pemeriksaan. Dari pengakuan sementara, bawang merah itu milik RZ. Komoditi pertanian tersebut mereka bawa dari Sepahat, Kabupaten Bengkalis. Tujuannya memang ke Kota Dumai. "Disitu hendak dipasarkan bawang merahnya," kata dia.

Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam undang-undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan serta Undang-Undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up