JawaPos Radar

Naiknya Harga Telur Ayam dan BBM Sumbang Inflasi di Jateng

02/08/2018, 10:13 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Naiknya Harga Telur Ayam dan BBM Sumbang Inflasi di Jateng
Ilustrasi (Dok JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Meroketnya harga telur ayam membuat Jawa Tengah mengalami inflasi 0,10 persen pada periode Juli 2018. Selain itu, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) belakangan ini dinilai juga memiliki andil yang sama.

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Sri Herawati menuturkan, kenaikan harga telur ayam ras menyumbang inflasi sebesar 0,10 persen. Sementara BBM, sejumlah 0,7 persen. "Kemudian disusul cabai rawit, mie dan upah pembantu rumah tangga," katanya, Rabu (1/8).

Sementara yang menahan laju inflasi, sebagaimana disebutkan Sri antara lain, turunnya harga angkutan antar kota, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras dan bawang putih.

Secara komponen, lanjutnya, inflasi di Jateng terjadi karena naiknya harga yang ditunjukan dengan indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,65 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dan kelompok kesehatan mengekor dengan masing-masing sebesar 0,21 persen.

Adapun untuk kelompok sandang sebesar 0,17 persen dan inflasi terendah terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen. "Sedangkan turunnya harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan dan pada kelompok bahan makanan," jelasnya lagi.

Inflasi ini terpantau terjadi di enam kota di Jateng. Dimana Kudus dan Kota Semarang menjadi yang tertinggi, yakni masing-masing sebesar 0,11 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 139,70 dan 131,60 setiapnya.

Selanjutnya Kota Cilacap dan Kota Surakarta mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,09 persen. IHK-nya masing-masing sebesar 136,47 dan 128,97.

"Lalu Kota Purwokerto mengalami inflasi sebesar 0,08 persen dengan IHK 130,63 dan terakhir, inflasi terendah terjadi di Kota Tegal sebesar 0,06 persen dengan IHK 130,25," cetusnya.

Namun demikian, Sri turut menerangkan bahwa inflasi ini terjadi di semua ibukota provinsi di Pulau Jawa. Kota Serang dan Jogyakarta menjadi yang paling tinggi, yaitu masing-masing sebesar 0,56 persen.

Kemudian DKI Jakarta sebesar 0,26 persen, disusul Kota Bandung 0,17 persen, Kota Semarang sebanyak 0,11 persen. Paling rendah adalah Kota Surabaya, yang tercatat hanya 0,03 persen.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up