alexametrics

BUD Arnita Diputus, Pemkab Simalungun Disebut Mau Bohong tapi Tak Rapi

2 Agustus 2018, 17:21:17 WIB

JawaPos.com – Keputusan Pemkab Simalungun memutus BUD Arnita Rodelia Turnip membuat perempuan cantik itu depresi. Dia harus bertahan hidup semampunya. Berjualan, hingga usaha laundry sudah dilakoni. Arnita tetap berjuang untuk BUD-nya.

Polemik pemutusan beasiswa Arnita terus berlanjut. Dugaan Pemkab Simalungun memutus beasiswa itu dari IPB karena Arnita mualaf juga semakin menguat.

Kasus pemutusan itu diadukan ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Sumut. Dinas pendidikan juga sudah dipanggil ke Ombudsman untuk memberikan klarifikasi.

Dari hasil penjelasan, Ombudsman menilai kebijakan pemutusan itu terkesan akal-akalan Pemkab Simalungun. Karena tidak ada alasan yang jelas dari Pemkab kenapa memutus beasiswa. Arnita juga tidak melanggar

“Tidak ada alasan Pemkab Simalungun. Haknya harus diberikan. Kan bisa dikoordinasikan dengan pemda. Saya kira yang pasti ini tanggung jawab Pemkab Simalungun. Jangan mengelak lagi,” ujar Kepala ORI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, Kamis (2/8).

Abyadi juga menuding, Pemkab Simalungun sudah berkilah. Karena alasan yang diberikan juga tidak rasional. Pemkab beralasan Arnita tidak membuat surat permohonan pada semester berikutnya. Namun, Abyadi terus mengejar pertanyaan soal apakah surat permohonan itu harus diberikan atau tidak.

“Tidak ada dasar hukumnya. Kalau itu jadi satu syarat, dimana peraturannya. Apakah itu perjanjian antara mahasiswa dengan Pemkab. Merkea tidak bisa menunjukkan itu,” ujarnya.

Pemkab Simalungun memang mengatakan, kalau Arnita menghilang. Sehingga mereka memutus beasiswa karena takut tidak akan bisa mengirimkan uangnya.

Menurut Abyadi alasan itu terkesan dibuat-buat. Seluruh peraturan ataupun persyaratan itu tidak bisa ditunjukkan. “Ini alasan akal-akalan. Hanya dibuat untuk berdalih,” katanya.

Soal alasan menghilangnya Arnita, jadi pertanyaan Abyadi. Karena hingga semester tiga Arnita masih ada di kampus dan masih berkumpul dengan rekan satu asrama BUD dari Simalungun. Sedangkan beaasiswa itu diputus pada saat Semester 2.

“Kalau memang merasa kehilangan, kenapa mereka tidak ke kampus. Ini alasan mau berbohong tapi tidak rapi,” ujarnya.

“Pemkab harus berjiwa besar. Segera selesaikan maslaah ini. Kasihan si Arnita. Aktifkan kembali Arnita di IPB. Wajar juga orangtuanya ini berpikir masalah ini berkaitan dengan SARA jika dibiarkan terus menerus,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemkab Simalungun masih bingung dari mana uang untuk membayarkan tunggakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Arnita berjumlah Rp 66 juta. Karena tidak ada dana lagi yang bisa dialokasikan untuk Arnita.

Padahal sebelumnya Dinas Pendidikan sudah berjanji akan menyelesaikam masalah Arnita dalam beberapa hari ke depan. Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Gideon Purba menjelaskan pemutusan BUD Arnita karena dia menghilang.

Isu SARA yang berkembang juga dibantah Gideon. Menurutnya selama ini Pemkab Simalungun tidak pernah tebang pilih agama dalam penjaringan mahasiswa BUD ke IPB.

Surat pemutusan yang dikirimkan ke IPB, ada beberapa nama mahasiswa asal Simalungun yang menerima BUD. Untuk beberapa nama lain, dijelaskan alasan pemutusan karena Dropped Out (DO) ataupun terkena peringatan. Sedangkan kolom alasan pemutusan BUD Arnita hanya ada tanda kosong ditulis tanda (-).

“Anaknya memang gak kuliah, hilang. Jadi dia kan mahasiswa BUD kita itu kan kita full kan dalam satu asrama, jadi hilang dia hampir setahun. Otomatis kita gak bayar. Jadi kok dibilang gara-gara itu (SARA). Gara-gara hilang. Masalah dia kemana kita gak tahu. Yang pada akhirnya dia hilang karena pindah agama, itu kan gak urusan kita,” tandasnya.

Arnita kini menjadi perbincangan publik. Berbagai cerita menarik soal dirinya yang mualaf terus booming. Keluarga pun berharap agar Arnita tetap bisa berkuliah di IPB lagi.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (pra/JPC)

BUD Arnita Diputus, Pemkab Simalungun Disebut Mau Bohong tapi Tak Rapi