JawaPos Radar | Iklan Jitu

Antisipasi Bahaya Cuaca Ekstrem, Nelayan Diajari Informasi Data BMKG

02 Agustus 2018, 23:13:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Deputi Kepala Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo
Deputi Kepala Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo memberikan penjelasan tentang sekolah lapang iklim bagi nelayan di Kota Cirebon, Kamis (2/8). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan pelatihan bagi para nelayan di Jawa Barat, Kamis (2/8). Hal itu dilakukan guna meningkatkan pemahaman seputar iklim dan cuaca.

Kegiatan pelatihan berupa sekolah lapang iklim tersebut diharapkan menambah wawasan nelayan agar lebih hati-hati saat pergi melaut.

Deputi Kepala Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo mengatakan, BMKG menginginkan agar nelayan bisa memprediksi cuaca, khususnya gelombang laut yang kerap mengancam keselamatan nelayan mencari ikan.

"Karena pekerjaan nelayan bergantung dengan kondisi ombak dan cuaca. Sekolah lapang dan iklim ini bertujuan agar nelayan tidak memaksakan diri saat tahu cuaca sedang buruk," katanya usai memberikan pelatihan di Hotel Santika, Kota Cirebon, Kamis (2/8).

Mulyono mengatakan, nelayan merupakan pengguna informasi terbesar dari BMKG. Khususnya berkaitan dengan cuaca dan gelombang laut. Namun demikian, tidak semua nelayan memahami informasi prediksi cuaca yang dikeluarkan BMKG.

Melalui sekolah lapang iklim tersebut, nelayan diharapkan benar-benar memahami informasi data perkiraan cuaca. Agar, secara teknis nelayan bisa menentukan kapan waktu dan bagaimana kondisi gelombang, agar benar-benar saat membawa perahunya berlayar ke tengah laut.

"Paling tidak (nelayan) mereka paham dahulu bagaimana memanfaatakan informasi BMKG," katanya.
Pada prisipsinya, kata Mulyono, sekolah lapang iklim itu diharapkan informasi dari BMKG bisa diserap nelayan secara utuh dan membantu untuk meningkatkan kewaspadaan ketika cuaca buruk.

"Secara teknis, belum semua nelayan memahami informasi yang dikeluarkan oleh kami. Ketika nelayan sudah paham, mereka bisa mengantisipasi diri dari ancaman cuaca buruk," katanya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up