JawaPos Radar

Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan, Danau Toba Dikelola Ulang

02/07/2018, 12:05 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan, Danau Toba Dikelola Ulang
Ilustrasi: pencarian korban KM Sinar Bangun dihentikan. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba membuat sejumlah pihak berbenah. Kementerian Perhubungan bakal membenahi dermaga dan Pusat Hidro Oseanografi TNI-AL (Pushidrosal) siap memetakan perairan Danau Toba.

"Kita akan melanjutkan dengan survei pemetaan. Akan dikoordinasikan dengan pemda," kata Kepala Pushidrosal Laksda Harjo Susmoro.

Untuk pemetaan, pihaknya mengandalkan tim mobile dengan menggunakan alat semacam multibeam echo sounder (MBES). Selama ini Pushidrosal melakukan pemetaan laut dengan menggunakan KRI Rigel. Namun, Harjo menegaskan, pemetaan Danau Toba tidak perlu mendatangkan KRI Rigel.

Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan, Danau Toba Dikelola Ulang
Proses pencarian KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba. (Triadi Wibowo/Sumut Pos/Jawa Pos Group)

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menuturkan, tragedi di Danau Toba semestinya menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki penyeberangan di wilayah lain. Terutama perbaikan dan pengawasan dalam standar pelayanan minimal (SPM) penyeberangan yang sebenarnya sudah ada. Dia menyarankan agar bisa meniru Ditjen Perkeretaapian.

"Sudah ada PM 25/2015 Standar Keselamatan ASDP. Tiru cara Ditjen Perkeretaapian yang rutin tiap saat monitoring dan evaluasi SPM kereta api," jelas dia kemarin (1/7).

Kementerian Perhubungan pun akan merevitalisasi lima dermaga di sekitar Danau Toba. "Progresnya saat ini sudah sampai pada pengiriman material," ujar Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi. Lima pelabuhan yang akan dibangun dermaga adalah Pelabuhan Tigaras, Muara, Ambarita, Simanindo, dan Ajibata. Dia menjelaskan, rencana revitalisasi dermaga-dermaga itu sebenarnya sejak 2017.

Sementara itu, dalam pertemuan keluarga korban KM Sinar Bangun kemarin (1/7) yang dihadiri Basarnas, Pemkab Simalungun, KNKT, Jasa Raharja, Polres Simalungun, dan TNI, disepakati pencarian dihentikan. Pencarian korban KM Sinar Bangun sudah memakan waktu 14 hari. Bupati Simalungun J.R. Saragih mengajak seluruh keluarga korban hilang yang mencapai 164 jiwa untuk mengikhlaskan.

Dia mengatakan, jika penarikan tetap dilakukan, tubuh korban akan hancur. Apalagi, kondisi mayat korban telah membusuk. 

(jun/lyn/ adi/JPG/c10/oki)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up