JawaPos Radar

Melongok Makam Keramat Loang Baloq dan Ritual Peziarahnya

02/07/2017, 05:36 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Melongok Makam Keramat Loang Baloq dan Ritual Peziarahnya
gerbang depan makam Loang Baloq ()
Share this

JawaPos.com - Nyaris tak ada masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tak pernah mendengar nama Makam Loang Baloq.

Makam keramat itu diyakini sebagai tempat yang baik untuk memanjatkan doa oleh sebagain masyarakat yang mempercayainya. 

Melongok Makam Keramat Loang Baloq dan Ritual Peziarahnya
Salah satu makam keramat yang ada di dalam kawasan Loang Baloq ()

Tidak hanya masyarakat NTB, mama makam ini juga begitu kesohor di luar pulau. Meski hanya dipromosikan dari mulut ke mulut dan secara turun temurun.

Tentu saja, sebagaimana makam keramat yang kesohor, tempat ini selalu ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai kalangan. Setiap hari, ada sekitar ratusan pengunjung datang. 

Mereka berzikir, kemudian memanjatkan doa.

Di hari-hari tertentu, seperti jelang keberangkatan jamaah calon haji dan Lebaran Topat, makam ini penuh sesak. 

Tak hanya ratusan, ribuan orang datang untuk berbagai tujuan. Mereka berkumpul di area makam.

Tak semua peziarah bisa masuk ke dalam makam. Sebagian dari mereka harus puas hanya sampai di halaman makam tersebut. Tapi, itu tak membuat para peziarah patah semangat. Mereka tetap antusias memanjatkan doa.

Konon, inilah makam tempat salah satu wali penyebar agama Islam di tanah Sasak. "Itulah kenapa makam ini memiliki daya tarik yang bagus,” kata Tarmizi, penjaga Makam Loang Baloq saat ditemui Lombok Post (Jawa Pos Group), beberapa hari lalu.

Sebagai penjaga makam, Tarmizi tentu banyak tahu tentang sejarah Makam ini. “Sejarahnya dapat dari cerita turun temurun yang saya dapat dari kakek buyut saya," katanya memulai cerita.

Tarmizi yang mengaku sebagai generasi keempat Loang Baloq ini menuturkan, sekitar tahun 1.800-an, ada pejabat kerajaaan (versi lain menyebut saudagar kaya) kala itu yang selalu mendapat musibah ketika melewati jalan di sekitar area makam Loang Baloq. 

Setiap kali ia lewat dengan menunggang kudanya, pejabat kerajaan itu selalu terjatuh. Sang pejabat pun penasaran. 

Ia merasa apa yang dialaminya adalah hal yang tidak biasa. Tidak masuk akal!

Sehingga, ia pun menurunkan anak buahnya untuk menyelidiki sekitar area tempatnya mendapatkan musibah tersebut.

Awalnya, anak buah sang pejabat kerajaan itu menanam pohon pisang di sekitar Makam Loang Baloq. Sebagai penanda agar tidak jatuh di daerah makam yang konon banyak lubang itu.

Namun, strategi itu tak membuahkan hasil. Tak ada petunjuk apa pun. "Pejabat itu konon semakin penasaran. Ia meminta anak buahnya mencari strategi lain," kisah Tarmizi.

Namun, beberapa strategi hasilnya tetap sama. Nihil. Tak ada titik terang. Sang pejabat kerajaan pun hampir menyerah. 

Ia kemudian memerintahkan anak buahnya memindahkan pohon pisang yang sempat ditanam saat strategi pertama dijalankan. 

Pohon pisang itu kemudian dipindah ke salah satu lubang yang berada tidak jauh dari lokasi jatuhnya pejabat kerajaan itu bersama kudanya.

"Ternyata, lubang itu memang lubang buaya. Dari lubang ini, banyak buaya berukuran besar keluar masuk," terangnya.

 

"Nah, dari sinilah asal muasal nama Makam Loang Baloq (Lubang Buaya, Red) ini,” ujarnya.

Lalu, jasad siapa yang ada dalam makam tersebut? Menurut Tarmizi, makam ini adalah makam wali. 

Penyebar agama Islam di Lombok. Jumlahnya tidak hanya satu. Tapi tiga. Lokasi ketiga makam ini pun berdekatan.

Makam pertama adalah makam Syeikh Gaos Abdurrazak (wali). Kedua makam Datuk Laut (tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat di Lombok). 

Sementara, makam terakhir adalah makam seorang anak yatim piatu atau dalam bahasa Sasak disebut makam Anak Iwoq.

Syeikh Gaos Abdurrazak sendiri konon merupakan ulama besar. Dia berasal dari Timur Tengah. Di kalangan masyarakat Lombok kala itu, ia akrab disapa Sayyid Tohri.

"Konon, beliau datang ke Lombok untuk menyampaikan ajaran Islam,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Sayyid Tohri juga dikenal sebagai sosok yang keramat. Doa-doanya manjur. Dan tentu sangat dihormati.

Kekeramatan Sayyid Tohri itulah yang kemudian membuat masyarakat Lombok secara turun temurun senantiasa mengingatnya. 

Mereka datang berziarah sekaligus berdoa. Baik untuk Sayyid Tohri maupun untuk peziarah secara pribadi.

Para peziarah, kata Tarmizi, banyak yang dikabulkan doanya. Ada (peziarah) yang minta jodoh, terkabul. Ada yang berdoa bisa naik haji juga jadi kenyataan. 

“Dan itu rata-rata jaraknya tidak lama, antara terkabulnya doa dengan waktu ia berdoa di makam ini," jelas Tarmizi panjang lebar.

Kedatangan peziarah ke makam ini juga membawa banyak cerita. Kata Tarmizi, ada peziarah yang sama sekali tak mengenal Loang Baloq.

"Banyak peziarah bercerita pada saya, kalau mendapat mimpi. Makanya datang ke sini. Padahal sebelumnya mereka belum pernah sama sekali datang ke sini. Boro-boro tahu (sejarah makam ini),” terangnya sambil tersenyum.

Tarmizi menuturkan, untuk berziarah di makam ini, setiap orang harus berwudhu terlebih dahulu. Setelah itu, mereka mengelilingi tiga makam yang dikenal keramat tersebut dengan melantunkan doa dan berzikir.

Biasanya, peziarah akan melakukan zikir berjamaah, ataupun sendiri. Kemudian mereka akan mengambil beberapa botol air yang berada tidak jauh dari dalam makam untuk dijadikan air obat ataupun air untuk membasahi makam.

Menurut Tarmizi, tidak ada pantangan bagi setiap orang yang ingin memasuki area makam tersebut. 

“Yang paling utama menggunakan pakaian sopan dan (bagi wanita) tidak sedang datang bulan (haid),” tandasnya. (*nathea/r5/dms/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up