alexametrics

Pesan Tak Ubah Kamar di Rumah Pacitan

2 Juni 2019, 12:58:16 WIB

JawaPos.com – Meski bukan asli Pacitan, berpulangnya Ani Yudhoyono membawa duka bagi warga Kota 1.001 Gua itu. Ani meninggalkan banyak kenangan di kota kelahiran SBY tersebut.

“Bu Ani jadi panutan,” ujar Soedjono, kakak sepupu SBY yang mendiami rumah masa kecil presiden ke-6 RI itu di Dusun Barehan, Ploso, Pacitan, saat ditemui Radar Madiun kemarin (1/6).

Setiap ada kegiatan SBY di Pacitan, Ani memang selalu mendampingi. Salah satu makanan favoritnya di Pacitan adalah soto Pasar Minulyo. Soto ala kampung di pasar yang letaknya hanya selemparan batu dari kediaman SBY di Ploso.

Selama berada di Pacitan, Ani selalu menyempatkan diri menengok kamar tidur yang pernah ditempatinya bersama SBY sebelum pindah tugas ke Jogjakarta sekitar 30 tahun lalu. Pesan Ani dan SBY tidak banyak. Sekadar meminta perabotan di kamar dan rumah masa kecil SBY tidak diubah-ubah.

Rumah tersebut menjadi salah satu kenangan yang dimiliki SBY dan Ani. Termasuk saat membesarkan AHY dan Ibas. “Jadi, setiap ke sini, yang dijujuk selalu kamar. Ada yang berubah atau tidak.”

Indra Widya Agustina, putra Soedjono, merasakan Ani Yudhoyono sebagai sosok keibuan. Keakraban dengan Ani membuatnya tidak ragu untuk berkeluh kesah tentang berbagai hal. Mulai soal keluarga, bisnis, hingga politik.

Indra mengaku menyesal lantaran belum sempat menjenguk hingga Ani tutup usia. “Rencananya memang setelah Lebaran ini baru berangkat ke Singapura,” ucapnya.

Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono setia mendampingi Ani Yudhoyono selama masa penyembuhan di National University Hospital (NUH) pada 12 April. (Instagram @aniyudhoyono)

Duka mendalam juga dirasakan Bupati Pacitan Indartato. Di rumahnya di Kelurahan Bangunsari, digelar tahlilan yang diikuti warga Pacitan. Pria yang menjabat ketua DPC Partai Demokrat Pacitan itu juga berencana melayat ke Cikeas.

Sosok yang Mendukung Keluarga

Sementara itu, dari Surabaya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk salat Gaib dan mengirim doa bagi Ani Yudhoyono. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk belasungkawa mendalam. Tadi malam Khofifah mengikuti salat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Khofifah mengenang Ani sebagai sosok yang harmonis dengan keluarga. Dia ingat betul saat menerima telepon dari Ani. Saat itu dia sedang mengobrol dengan SBY yang menjabat menteri koordinator bidang politik, sosial, dan keamanan.

“Bu Ani telepon, bilang, Mbak, sampaikan ya tolong ke bapak. Saya menunggu di rumah dengan sabar,” ujar Khofifah menirukan Ani. SBY yang saat itu mendengar pesan yang disampaikan sang istri lantas tertawa. Bagi Khofifah, pesan yang disampaikan Ani itu menjadi bukti support penuh keluarga.

Saat Ani menjalani perawatan di Singapura, Khofifah bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak sempat datang menjenguk. Namun, dia tidak bisa bertemu dan hanya berkomunikasi lewat video conference. Ani mengucapkan banyak terima kasih karena telah mendoakan kesembuhannya bersama para anak yatim di Grahadi.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (odi/ota/elo/c9/fal)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads