JawaPos Radar

Oh, No! Tiket Pesawat dari Bandara SAMS Sepinggan Mulai Ludes

02/06/2018, 05:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Oh, No! Tiket Pesawat dari Bandara SAMS Sepinggan Mulai Ludes
Ilustrasi calon penumpang maskapai di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (27/5). (Cecep Mulyana/Batam Pos/Jawa Pos Grup)
Share this image

JawaPos.com - Animo masyarakat untuk merayakan lebaran di kampong halaman pada tahun ini terbilang tinggi. Buktinya, tiket dari berbagai moda transportasi umum mulai habis terjual, tak terkecuali tiket pesawat.

Pemudik yang ingin terbang dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikapapan misalnya, terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, mereka harus menggunakan penerbangan transit dikarenakan tiket penerbangan langsung mulai ludes.

Branch Manager Citilink Balikpapan Pramono mengatakan, mulai 6 Juni load factor penumpang sudah mulai full. Bahkan untuk tujuan Surabaya keterisian penumpang tercatat sudah di atas 90 persen dengan tiga kali jadwal penerbangan dalam satu hari. Biasanya dalam satu hari, rutenya dari Balikpapan ke Surabaya, Makassar, Jogjakarta, dan Jakarta.

"Slot yang masih tersisa banyak untuk 6 Juni tujuan, Jakarta, Jogjakarta, Makassar. Di tanggal 7 Juni sampai H-7 semua rute peak itu rata-rata sudah di atas 80 persen dan ada yang sudah full. Khususnya, saat dekat Lebaran H-4 sampai H-1 tingkat keterisian di atas 90 persen dan banyak yang penuh," terangnya dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Sabtu (2/6).

Misalnya, tiket pesawat tanggal 11 Juni untuk tujuan Jogjakarta, Surabaya, dan Makassar sudah penuh. Hanya tersisa Jakarta, dengan keterisian masih 60 persen.

Tapi, tanggal 12 dan 14 Juni masih ada slot untuk tujuan Surabaya dan Jakarta. Yang ludes lebih dulu tujuan Makassar dan Jogjakarta. Selain hanya satu kali penerbangan, rute ini sejak beberapa tahun lalu cukup ‘gemuk’, khususnya momentum mudik.

"Untuk extra flight kami tidak memberlakukan. Penumpang yang tidak mendapatkan tiket bisa memilih opsi penerbangan transit," lanjutnya.

Untuk harga tiket, saat ini sudah masuk batas tertinggi. Rata-rata di atas Rp 1 juta. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk cabang Balikpapan juga mencatatkan isian penumpang tertinggi untuk tujuan Makassar edisi mudik Lebaran Juni mendatang.

"Rute Balikpapan-Makassar ini sudah sejak awal Ramadan kemarin ludes. Untuk rute lainnya masih ada slot. Tapi, untuk Jogjakarta H-4 sudah full," kata General Manager (GM) Boydike Kussudiarso.

Dia menerangkan, kepadatan penumpang mudik tujuan Makassar akibat minimnya frekuensi. Termasuk dari maskapai lainnya. "Dari Balikpapan, Garuda hanya melayani satu kali penerbangan ke Makassar," imbuhnya.

Sementara di saat yang sama, cukup banyak pemudik dari Bandara International SAMS Sepinggan Balikpapan yang hendak bertolak ke Makassar.

Lebih lanjut dia menerangkan, Banjarmasin dan Jakarta merupakan rute yang juga tak kalah klasik saat mudik. Hanya saja, seat yang disediakan untuk kedua rute tersebut masih tersedia.

"Jakarta masih available karena frekuensinya cukup banyak. Juga Banjarmasin, hingga saat ini, penerbangan mudik Lebaran nanti juga masih tersedia," tutur Boy.

Didorong tingkat perekonomian yang disebut membaik secara perlahan, Boy meyakini volume penumpang mudik akan bertambah 10 persen dibanding periode sama 2017.

Keyakinannya ditandai peningkatan tren penumpang yang dicapai sebesar 9 persen periode Januari-April lalu dibanding periode yang sama tahun lalu.

Adapun rute yang dilayani Garuda Indonesia dari Balikpapan masing-masing sebanyak delapan kali setiap harinya ke Jakarta, dua kali dalam setiap harinya ke Berau, selanjutnya Makassar, Tarakan, Banjarmasin, Jogjakarta, Pontianak via Palangkaraya dan ke Maratua satu kali penerbangan setiap harinya.

Branch Manager Lion Air Group Affandi juga mencatatkan, slot yang masih ada dari H-7 yang direct tujuan Jakarta dan Jogjakarta. Itupun harganya sudah di atas Rp 1 juta.

"Tujuan Surabaya dan Makassar sudah full. Surabaya bahkan kami memiliki sembilan jadwal penerbangan. Untuk masyarakat yang ingin mudik harus transit. Ya harganya jauh lebih mahal biasanya," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up