JawaPos Radar

Korban Meninggal Bom Gereja di Surabaya Bertambah

02/06/2018, 01:25 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Teror Bom Surabaya
Polisi melumpuhkan pengunjung yang diduga sebagai teroris diamankan di ujung JL.Rajawali yang menuju ke Polrestabes Surabaya. (Abdullah Munir/Radar Surabaya/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Korban tewas akibat aksi bom bunuh diri di gereja di Surabaya bertambah. Setelah lebih dari seminggu dirawat di RS Katolik St. Vincentius A Paulo (RKZ), Agus Trisno Wiyogo, 28, warga jalan Tempel, Sukorejo akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Humas RS RKZ dr. Agung Kurniawan mengatakan, Agus merupakan korban bom di Gereja Pantekosta Pusat (GPPS) Surabaya. Dia meninggal pukul 13.45 WIB. Korban menderita luka bakar serius hingga 90 persen. 

Selain luka bakar, komplikasi pada paru-paru dan infeksi memperparah kondisi Agus. "Luka bakar dengan luas 90 persen yang diperberat komplikasi pada organ paru-paru dan infeksi," kata dr. Agung saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (1/6). 

Lebih lanjut, dr. Agung mengkonfimasi bahwa pihak keluarga sudah membawa jenazah Agus ke rumah duka Adi Jasa di jalan Demak. Selain Agus, ada korban bom lain di lokasi yang sama. 

Korban bernama Fenny. Agung mengatakan, korban juga menderita luka yang sama. Hanya, tidak separah kondisi Agus saat dilarikan ke RS RKZ. "Diagnosanya sama (luka bakar). Hanya, lebih ringan dengan luas luka 70 persen," kata dr. Agung. 

Seperti diberitakan, aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya menyebabkan 13 orang tewas dan 54 orang luka berat. Korban tewas ke-13 yang baru saja dimakamkan beberapa waktu lalu adalah Aloysius Bayu Rendra Wardhana. 

Dia ada korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela. Dengan meninggalnya Agus, maka korban tewas akibat aksi brutal tersebut bertambah menjadi 14 orang.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up