alexametrics

Dapat Bantuan, Pengungsi Merapi Kini Bisa Tidur di Kasur

2 Juni 2018, 01:04:04 WIB

JawaPos.com – Warga lereng Merapi di Kabupaten Sleman, khususnya lansia dan balita untuk yang mengungsi saat ini sudah difasilitasi lebih baik dari sebelumnya. Pada Jumat (1/6), sebanyak 150 kasur telah disiapkan agar mereka lebih nyaman ketika mengungsi di barak pengungsian.

“Tidak seperti sebelumnya hanya memakai tikar. Kami sudah ada kasur untum pengungsi yang lansia dan balita,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan, ditemui di Posko Utama Pakem, pada Jumat (1/6).

Kasur sebanyak 150 itu bantuan dari suatu perusahaan. Sudah diterimanya dan siap didistribusikan di barak-barak pengungsian. “Kalaupun malam ini ada yang bermalam di barak pengungsian, sudah siap kasur,” katanya.

Selain fasilitas kasur, juga untuk jalur evakuasi sampai kilometer 10 saat ini sudah dalam perbaikan dari instansi terkait. Ia berharap ke depan bila sewaktu-waktu terjadi aktivitas yang mengancam, jalan-jalan yang rusak akibat lalu-lalang kendaraan tambang pasir sudah siap.

“Jadi kemarin kan ada beberapa yang rusak akibat dilewati kendaraan truk pasir. Sekarang sudah mulai ditambal, dan semoga jalur evakuasi bisa segera siap,” ucapnya.

Sifat Merapi saat ini memang berubah dibandingkan 2010 silam. Kini, lebih sering mengalami letusan-letusan. Namun ancamannya dalam radius 3 kilometer saja.

Untuk itu ia berharap agar masyarakatnya, khususnya yang tinggal di lereng agar tak mudah panik. “Tidak mudah menyampaikan tidak perlu panik, tetap ada secara emosional trauma. Lupakan image 2010. Jangan mudah panik,” ucapnya.

Sebelumnya, ribuan warga Desa Tlogolele, Selo, Boyolali mengungsi pascaterjadinya erupsi Gunung Merapi, Jumat (1/6) pagi. Akibat erupsi tersebut, kawasan Selo terjadi hujan pasir dan abu vulkanik. Ribuan warga tersebut sementara waktu menempati tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS). 

Neigen Achthah Nur Edy Saputra selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Tlogolele mengungkapkan, setidaknya ada enam dukuh yang terdampak erupsi merapi. Bahkan, dari enam tersebut satu dukuh yakni Dukuh Setabelan harus dikosongkan karena hanya berjarak radius 3 kilometer saja.

“Karena jaraknya yang terlalu dekat, maka warga di Dukuh Setabelan semuanya diungsikan,” ungkapnya, Jumat (1/6).

Neigen menambahkan, ada sedikitnya 463 warga di Dukuh Setabelan yang mengungsi di TPPS. Sedangkan lima dukuh lain yang juga terdampak Hujan abu yang disertai pasir diantaranya Dukuh Belang, Takeran, Gumuk dan juga dukuh Ngadirojo.

“Total warga yang saat ini berada di TPPS mencapai 792 perempuan dan 800 laki-laki. Pengungsian akan dilakukan sampai kondisi benar-benar aman,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (apl/dho/JPC)


Close Ads
Dapat Bantuan, Pengungsi Merapi Kini Bisa Tidur di Kasur