JawaPos Radar

Putusnya Kaki Kiri Perempuan yang Ditemukan di Gorong-gorong Terungkap

02/05/2018, 16:22 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Evakuasi Mayat
TKP: Proses evakuasi terhadap jasad perempuan yang ditemukan tewas di dalam gorong-gorong Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, pada Selasa (1/5) kemarin. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Penyebab putusnya kaki kiri perempuan yang ditemukan di dalam gorong-gorong Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Pekanbaru, Riau, terungkap sudah.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian (Kasubbid Yanmed Dokpol) RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto, mengungkapkan terpisahnya kaki perempuan tanpa identitas itu, bukan karena dimutilasi. Namun karena proses pembusukan.

"Saya tegaskan tidak ada tanda-tanda korban tersebut mendapatkan luka-luka akibat mutilasi. Namun ditemukan adanya proses pembusukan daerah paha," tegas Supriyanto.

Ia menduga, korban sudah meninggal dalam waktu satu bulan. Oleh sebab itu, tubuh korban mengalami pembusukan hingga ada semacam binatang pengerat yang menggigit paha kiri korban.
Akibatnya, kaki kiri tersebut dapat terpisah sejauh tiga meter dari posisi tubuhnya.

"Sangat dimungkinkan adanya binatang pengerat (tidak bertentangan dengan biawak) yang menariknya sehingga mengakibatkan pahanya lepas," bebernya.

Tim forensik juga menemukan adanya sejumlah luka akibat benda tajam dan tumpul di beberapa posisi tubuhnya. Seperti adanya luka bekas benda tajam di bagian dada, perut dan paha.

"Penyebab meninggalnya akibat kekerasan benda tajam di dada. Namun kekerasan di paha, dapat mengakibatkan kematian juga," sebutnya.

Selain kakinya yang putus, korban yang diperkirakan berusia 25-35 tahun tersebut juga ditemukan dalam kondisi leher terikat dengan tali plastik yang talinya telah diikatkan pada sebuah batu untuk menenggelamkannya.

"Terikat dengan tali, bisa dilakukan sebelum dan setelah (meninggal). Di leher ada kekerasan tumpul, saya tidak tau akibat jeratan atau cekikikan. Yang jelas kalau kekerasan dilakukan sebelum meninggal," ucapnya.

Saat ini, jasad korban masih berada di RS Bhayangkara Polda Riau. Menunggu identitasnya terungkap oleh penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kita masih lidik. Namun dapat dipastikan kalau kematiannya tidak wajar," katanya.

Sebelumnya, jasad perempuan ini ditemukan oleh tiga orang pencari rumput untuk pakan ternak pada Selasa (1/5) pagi. Awalnya mereka mengira bau menyengat yang mereka hirup adalah bangkai binatang, ternyata malah berasal dari bau mayat seorang perempuan.

Ardinal salah seorang dari pencari rumput tersebut menceritakan, awalnya ia pergi bersama ayah dan adiknya untuk mencari pakan ternaknya di sekitar Jalan Tuanku Tambusai, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, pada Selasa (1/5) sekitar pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, ada seorang pria tua bernama Andianas Matalata, 76, yang mengaku bahwa jasad perempuan itu merupakan anaknya. "Iya dia tinggal sama saya. Saya tau kalau itu dia karena disana hilangnya. Udah 13 hari lalu lah," ungkap Andianas.

Andianas menyebut, bahwa jasad itu bernama Rani yang usianya 21 tahun. Itu dipastikannya, karena anaknya tersebut terakhir kali dilihatnya berada di gorong-gorong untuk mengambil air.

"Dia ke belakang sendiri. Kerjanya ambil air. Udah berapa jam ternyata dia tak pulang. Saya udah nyari-nyari tapi gak ketemu," tuturnya.

Rumah Andianas sendiri berada di depan gorong-gorong itu. Jaraknya tak begitu jauh. Namun Andianas yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung itu tak tahu menahu kalau ada sesosok mayat di belakang rumahnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up