JawaPos Radar

Gerudug Gedung DPRD, Pengusaha Seluler Gotong Keranda Mayat

02/04/2018, 16:45 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Protes SIM Card
Massa membawa keranda mayat sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Kementrian Kominfo, Senin (4/2). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ratusan massa dari Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) Sumatera Utara menggeruduk gedung DPRD Sumut, Senin (2/4).

Mereka menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan pembatasan registrasi kartu SIM oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kebijakan Menteri Komunikasi Informatika (Kominfo) Rudiantara yang mensyaratkan setiap satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya bisa diregistrasi untuk tiga kartu seluler dinilai merugikan pengusaha seluler.

Protes Registrasi SIM Card
Aksi unik para pengusaha seluler terkait penolakan pembatasan registrasi SIM Card (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

Dalam aksinya, massa yang didominasi pengecer membawa keranda mayat sebagai bentuk protes mereka. Karena dengan adanya registrasi tersebut, para pengecer terancam gulung tikar.

"Kami bukan tidak sepakat dengan registrasi itu. Tapi kalau dibatasi. Kami bisa merugi," kata Ketua DPD KNCI Sumut Ridwansyah Saragih di sela-sela aksi.

Sejak diberlakukan wajib registrasi, para pengecer mengaku mengalami penurunan omzet hingga 30 persen. Mereka meminta pemerintah memberlakukan kebijakan yang pro terhadap rakyat kecil. Khususnya para penjual kartu perdana.

"Mau dari mana lagi lah hidup kami. Kami ini hanya pedagang kecil. Hidup kami bergantung pada kartu perdana," kata Iwan, salah satu penjual kartu eceran.

Kebijakan itu juga berimbas pada kolektor nomor cantik. Mereka takut, koleksinya bisa dinonaktifkan karena tidak bisa melakukan registrasi. Dengan harga nomor cantik yang cukup bervariasi, kebijakan itu dinilai merugikan.

Massa juga menuntut agar Presiden Joko Widodo mengganti menteri Kominfo Rudiantara jika tidak bisa memberikan solusi kepada mereka.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up