alexametrics

Tak Tahan Dicabuli Terus, NA Akhirnya Ngadu ke Ayah Kandungnya

2 Maret 2019, 00:10:39 WIB

JawaPos.com – Kelakuan Hermawan, 41, sungguh tak patut dicontoh. Dia tega menodai anak tirinya bernisial NA berkali-kali. Kejadian tak senonoh itu dilakukan di indekosnya.

NA yang tak lagi bersekolah ini mendapat perlakuan tersebut selama tinggal di Surabaya, bersama ibu dan ayah tirinya itu. Korban yang berusia 13 tahun itu merupakan warga Gunung Sari, RT 69 Nomor 47, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah yang tinggal bersama ayah tiri dan ibunya sejak Mei 2018.

Saat itu orang tuanya berencana akan menyekolahkan NA, namun kenyataannya tak kunjung terealisasi. Hingga akhirnya pada Desember 2018, NA mendapatkan perlakuan cabul untuk pertama kalinya.

Saat itu NA diminta Hermawan tidur, namun ditolak lantaran masih bermain Hp. Ibu dan adiknya yang masih berusia tujuh tahun sedang berada di luar kamar. Hermawan langsung mendekati NA dan meraba-raba payudara korban serta kemaluannya.

“Pertama kali saya disuruh tidur tapi nggak mau, terus dia tiba-tiba ngacak dada saya dan saya awalnya berontak. Saya langsung bawa tidur aja,” ungkap NA kepada Prokal.co (Jawa Pos Group), Kamis (28/2).

Pasca kejadian tersebut, Hermawan kembali mengulangi perbuatan bejatnya. NA mengaku, ketika ibunya berada di luar, ayah tiri kembali mencabulinya. Salah satu tindakan yang menimbulkan trauma ketika remaja bau kencur ini hendak ke kamar mandi, tiba-tiba Hermawan meremas payudaranya.

“Waktu itu saya habis BAB di kamar mandi. Nah, kamar mandi kos kan ada di luar. Pas saya keluar, dia nanya kenapa lama betul di dalam kamar mandi. Saya langsung didorong ke dinding, terus dikacak lagi,” bebernya.

NA akhirnya tidak tahan dengan perbuatan Hermawan. Dia lantas mengadu kepada ayah kandungnya yang ada di Balikpapan. Sang ayah dan keluarga korban meminta Hermawan dan istrinya membawa pulang NA kembali ke Balikpapan.

Namun, diduga karena takut tindakannya ketahuan, Hermawan membuat surat pernyataan bahwa dirinya tidak pernah melakukan persetubuhan kepada korban. Dia bahkan mengancam korban agar tidak menceritakan perbuatannya kepada keluarganya.

“Dia (Hermawan, Red) buat surat pernyataan gitu, di dalamnya tertulis kalau dia tidak sampai bersetubuh dan hanya mengacak saya aja. Terus saya disuruh tanda tangan, baru saya pulang ke sini,” tutur NA.

NA akhirnya tiba di Balikpapan pada 20 Februari lalu dan kembali tinggal bersama ayah kandungnya. Sejak kejadian ini, dia menjadi trauma dan khawatir bila bersama orang asing.

Mengetahui hal ini, keluarga korban geram. Tante korban, Debora Estriani, 39, didampingi suaminya, Alexander melaporkannya ke Unit PPA Polres Balikpapan, Kamis (28/2). Mereka tidak terima perlakuan Hermawan dan menuntutnya untuk segera ditangkap.

“Ya, kami nggak terima. Kasihan anak itu. Ke sana kan mau disekolahkan katanya, tapi malah digituin dan nggak disekolahkan juga buktinya. Malah disuruh kerja,” geramnya.

Dari informasi yang dihimpun, Hermawan diketahui mantan salah seorang dosen di Balikpapan. Namun, sejak pindah ke Surabaya, dia hanya mengajar di salah satu sekolahan dan membuka jasa privat.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads
Tak Tahan Dicabuli Terus, NA Akhirnya Ngadu ke Ayah Kandungnya