alexametrics

Pengamat Sarankan Tarif MRT dan LRT Tak Lebih dari Transjakarta

2 Maret 2019, 14:12:28 WIB

JawaPos.com – Dalam menentukan tarif kereta modern LRT dan MRT, Pemprov DKI Jakarta telah berdiskusi dengan berbagai pihak. Bahkan, telah tersiar pula rentang tarif yaitu dari Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu.

Pengamat Transportasi yang juga Direktur Institut Studi Transportasi (Intrans), Deddy Herlambang pun bingung tarif yang disarankan begitu besar. Bahkan, melampaui tarif Transjakarta yang bisa keliling Jakarta.

“Tarif Transjakarta Rp 3.500, itu bisa kemana-mana pagi sampai malam segitu. Nah kereta api yang berbasis rel harusnya lebih murah karena lebih massal,” tegas Deddy saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (2/3).

Bahkan Deddy membandingkan juga dengan Commuter Line, yang mematok tarif 25 km pertama sebesar Rp 3.000 dan 10 km selanjutnya bertambah Rp 1.000. Padahal segmen penumpang dan rute yang dilalui sama.

“Tapi mengapa porsi subsidi bisa berbeda? Justru sebenarnya itu angkutan baru harusnya lebih murah, sekaligus untuk marketing promosi. Harusnya lebih murah dari Transjakarta atau at least sama Rp 3.500,” tuturnya.

Menurut Deddy seharusnya penumpang tidak dibebankan tarif yang begitu besar apalagi pada awal-awal operasional. Maka dari itu Deddy mengaku ini dapat memberatkan penumpang karena tidak menjadi solusi.

“Gini bayangin kalau mereka Naik MRT tapi setelah itu masih gunakan ojol (ojek online) jadi lebih mahal. Bisa saja mereka lebih murah dengan menggunakan kendaraan pribadi atau ojol langsung diantar ke alamat yang dituju. Jangan mau kalah saing,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Reyn Gloria



Close Ads
Pengamat Sarankan Tarif MRT dan LRT Tak Lebih dari Transjakarta