alexametrics

Mantan Dosen Balikpapan Cabuli Anak Tiri Hampir Tiap Hari

Sejak Desember 2018
2 Maret 2019, 05:50:22 WIB

JawaPos.com – Tindakan asusila tengah marak terjadi. Sebelumnya terjadi dua kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru di Penajam Paser Utara dan Paser, Kalimantan Timur. Baru-baru ini, perbuatan asusila itu kembali terjadi. Kali ini dialami warga Kota Beriman.

Seorang anak berinisial NA diperlakukan tak senonoh oleh ayah tirinya. Remaja berusia 13 tahun ini dicabuli berkali-kali oleh ayah tirinya di kostan, hampir setiap hari. NA yang tak lagi bersekolah ini mendapat perlakuan tersebut selama tinggal di Surabaya, bersama ibu dan ayah tirinya, Hermawan, 41.

NA merupakan warga Gunung Sari, RT 69 Nomor 47, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur yang tinggal bersama ayah tiri dan ibunya sejak Mei 2018. Saat itu orang tuanya berencana akan menyekolahkannya.

Namun kenyataannya tak kunjung terealisasi. Hingga akhirnya pada Desember 2018, NA mendapatkan perlakuan cabul untuk pertama kalinya.

Saat itu NA diminta Hermawan tidur. Namun, NA menolak lantaran masih bermain HP.

Ibu dan adiknya yang masih berusia 7 tahun sedang berada di luar kamar. Hermawan langsung mendekatinya dan meraba-raba payudara korban serta kemaluannya.

“Pertama kali saya disuruh tidur tapi nggak mau. Terus dia tiba-tiba ngacak dada saya dan saya awalnya berontak. Saya langsung bawa tidur aja,” ungkap NA dikutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (2/3).

Setelah kejadian tersebut, Hermawan kembali mengulangi perbuatan bejatnya. Ketika ibunya berada di luar, NA mengaku, sang ayah tiri kembali mencabulinya.

Salah satu tindakan yang menimbulkan trauma yaitu ketika remaja bau kencur ini hendak ke kamar mandi, tiba-tiba Hermawan meremas payudaranya.

“Waktu itu saya habis BAB di kamar mandi. Nah, kamar mandi kos kan ada di luar. Pas saya keluar, dia tanya kenapa lama betul di dalam kamar mandi. Saya langsung didorong ke dinding, terus dikacak lagi,” bebernya.

Akhirnya NA tidak tahan dengan perbuatan Hermawan, lantas mengadu kepada ayah kandungnya yang ada di Balikpapan. Sang ayah dan keluarga korban meminta Hermawan dan istrinya membawa pulang NA kembali ke Balikpapan.

Namun, diduga karena takut tindakannya ketahuan, Hermawan membuat surat pernyataan bahwa dirinya tidak pernah melakukan persetubuhan kepada korban. Dia bahkan mengancam korban agar tidak menceritakan perbuatannya kepada keluarganya.

“Dia (Hermawan, Red) buat surat pernyataan gitu, di dalamnya tertulis kalau dia tidak sampai bersetubuh dan hanya mengacak saya aja. Terus saya disuruh tanda tangan, baru saya pulang ke sini,” tutur NA.

NA akhirnya tiba di Balikpapan pada 20 Februari lalu dan kembali tinggal bersama ayah kandungnya. Sejak kejadian ini, dia menjadi trauma dan khawatir bila bersama orang asing.

Mengetahui hal ini, keluarga korban geram. Tante korban, Debora Estriani, 39, didampingi suaminya, Alexander melaporkannya ke Unit PPA Polres Balikpapan, Kamis (28/2). Mereka tidak terima perlakuan Hermawan dan menuntut untuk segera ditangkap.

“Ya, kami nggak terima. Kasihan anak itu, ke sana kan mau disekolahkan katanya. Tapi malah digituin dan nggak disekolahkan juga buktinya, malah disuruh kerja,” geramnya.

Dari informasi yang dihimpun, Hermawan diketahui merupakan mantan dosen di Balikpapan. Namun, sejak pindah ke Surabaya, dia hanya mengajar di salah satu sekolah dan membuka jasa privat.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Jpg



Close Ads
Mantan Dosen Balikpapan Cabuli Anak Tiri Hampir Tiap Hari