JawaPos Radar

Sajian Barongsai dan Liong Akhiri Perayaan Imlek

02/03/2018, 11:46 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Perayaan Imlek
ATRAKSI LIONG: Pertunjukkan Barongsai dan Lion menandai penutupan perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Solo, Jumat (2/3). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Rangkaian kegiatan menyambut perayaan tahun baru Imlek 2018/2569 di Kota Solo sudah berlangsung sejak sebulan yang lalu. Dan hari ini, Jumat (2/3) warga Tionghoa menutup perayaan Imlek ditutup dengan sajian barongsai dan liong.

Pertunjukan ini sudah menjadi tradisi dalam perayaan Imlek. Salah satunya seperti pertunjukan barongsai dan liong yang diadakan oleh Klenteng Tien Kok Sie, Solo.

Barongsai dan liong ini akan mengambil angpao yang sudah disiapkan oleh para warga. Pengurus Klenteng Tien Kok Sie, Henry Susanto menjelaskan, jika kirab barongsai menjadi sajian penutup perayaan Imlek selain Cap Go Meh. Menurutnya, kirab ini bermula dari peristiwa yang terjadi saat Dinasti Ching.

Perayaan Imlek
Liong berdoa di depan klenteng sebelum beraksi (Ari Purnomo/JawaPos.com)

"Waktu itu ada monster yang mengganggu warga, kemudian datang seekor singa. Dan monster tersebut pergi karena takut, tetapi setelah singa pergi monster datang lagi," terang Henry.

Untuk itu, Henry melanjutkan, warga berinisiatif untuk membuat singa untuk mengusir monster yang kembali mengganggu warga. Agar bisa membuat takut monster, singa buatan juga dipertunjukkan disertai iringan suara musik.

"Dan sampai saat ini, pertunjukan itu sudah menjadi tradisi. Ini dipercaya bisa mengusir roh jahat. Jadi saat barongsai mendatangi rumah warga ini menunjukkan bahwa rumah tersebut sudah bersih dari aura jahat," katanya.

Terkait adanya angpao yang disiapkan oleh warga, Henry mengatakan, bahwa itu sebagai ucapan terimakasih yang diberikan warga. Tetapi, angpao tersebut kata Henry bukanlah menjadi kewajiban.
"Kalau ada yang memberi angpao itu sebagai terimakasih karena rumahnya sudah dibersihkan dari roh jahat," katanya.

Pertunjukan barongsai dan liong sendiri baru dimulai sekira pukul 09.00 WIB. Sebelum kirab barongsai dan liong berdoa di depan Klenteng Tien Kok Sie. Kemudian mengambil angpao yang sudah klenteng. Setelah mendapatkan angpao pertama, rombongan yang terdiri dari 30 seniman itu berjalan untuk menyusuri jalan yang ada di kompleks Pasar Gede.

Kirab ini jelas menyita perhatian para pengguna jalan. Tidak sedikit yang berhenti sejenak untuk menyaksikan pertunjukkan yang hanya diadakan setahun sekali. Mereka juga mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan momen tersebut.

Rombongan barongsai dan liong pun menunjuk ke pertokoan yang ada di kawasan Pasar Gede. Dengan lincahnya mereka mengambil angpao yang sudah disiapkan di depan toko mereka.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up